Beranda News Nasional Catat! Kartu Nikah Bukan Pengganti Buku Nikah

Catat! Kartu Nikah Bukan Pengganti Buku Nikah

WIB
150 views
| Estimasi Baca: 2 minutes
buku nikah vs kartu nikah
Ilustrasi

Redaksikota.com – Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin meluruskan asumsi dan pemberitaan yang berkembang di masyarakat bahwa Kementerian Agama akan mengubah buku nikah yang selama ini sudah berjalan menjadi bentuk kartu.

Menurutnya, kartu nikah yang akan dirilis oleh Kementerian Agama tersebut hanya berbentuk kartu saja sehingga ringkas dibawa kemana-mana tanpa perlu membawa buku nikah ketika sedang dibutukan pendataan kependudukan seseorang. Sementara buku nikah tetap ada karena merupakan bagian dari legal standing seseorang telah melakukan kegiatan pernikahan secara resmi.

“Keberadaan kartu nikah itu implikasi logis dari pengembangan sistem aplikasi manajemen pernikahan atau yang disebut SIMKAH. Kartu nikah bukan sebagai penganti buku nikah. Buku nikah tetap terjaga dan tetap ada. Karena itu adalah dokumen resmi,” kata Menteri Lukman Hakim di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018).

“Ini adalah tambahan informasi dalam rangka agar lebih memudahkan setiap warga masyarakat untuk bila suatu saat diperlukan data-data kependudukan dan status perkawinannya,” lanjutnya.

Kemudian Menteri Lukman juga menyampaikan bahwa kartu nikah yang menjadi bagian dari program SIMKAH adalah sebuah trobosan bersama antara Kementerian Agama dengan Dukcapil untuk mempermudah pendataan warga negaranya dalam kaitannya soal catatan pernikahan.

“Dalam SIMKAH inilah kemudian upaya kita untuk mempermudah pencatatan, registrasi dan memantau pernikahan setiap warga negara di mana, kapan dan seterusnya. Sehingga, kita memerlukan adanya kartu nikah. Kartu nikah juga tidak ada kaitannya dengan wajib atau tidak memiliki. Ini upaya dan fasilitasi sebagai sebuah terobosan dari Kementerian Agama yang berkaitan dengan dukcapil dan data kependudukan,” jelasnya.

Meskipun kepemilikan kartu tersebut bukan bagian dari kewajiban seluruh warga negara Indonesia, namun ia berharap kepemilikan kartu nikah dapat dimasifkan sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat memiliki kartu tersebut.

“Harapannya semua kita pasti akan memiliki kartu ini secara bertahap,” tambahnya.

Terakhir, Lukman juga menyampaikan bahwa program SIMKAH tersebut akan dirilis pada akhir bulan November tahun ini. Ia mengatakan bahwa siapapun warga negara Indonesia yang melangsungkan pernikahan sah berdasarkan aturan negara, akan mendapatkan buku nikah bersamaan dengan kartu nikah tersebut.

“Ini akan kita terbitkan pada pertengahan atau akhir November. Bagi mereka yang melangsungkan pernikahan setelah launching SIMKAH, tentunya akan memperoleh kartu nikah,” tutur Menteri Lukman.

(red)