romahurmuziy
istimewa
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang dilanda bencana hoax, dimana banyak sekali keluarga yang kini semakin renggang satu dengan yang lainnya karena informasi yang tidak valid dan bermotifasi untuk memecah-belah persatuan dan kesatuan.

“Itu telah menjadikan kakak dan adik menjadi jauh, ayah dan anak menjadi jauh dan itu semua karena berita palsu untuk kepentingan sesaat,” kata pria yang karib disapa Romy terseut di Pesantren Daruul Rahman pimpinan Ketua Forum Ulama dan Habaib (FUHAB) KH Syukron Ma’mun di kawasan Ciganjur Jakarta Selatan.

Untuk itulah, Romy mengajak kepada seluruh umat Islam dan bangsa Indonesia untuk siaga dan tegas melawan hoax yang menyesatkan dan memecah-belah. Ia katakan bahwa dirinya sangat tidak ingin bangsa Indonesia yang memiliki etika dan kesantunan tinggi rusak akibat informasi yang tidak benar itu.

“Karena itu mari kita sama-sama memerangi berita palsu ini, mari kita sama-sama memerangi berita hoax. Jangan sampai kita termakan oleh berita -berita yang tidak jelas malah menjadikan kita satu sama lain saling bermusuhan,” tegasnya.

Polisi kuwalahan

Pemberantasan berita hoax di media massa dan di kalangan masyarakat semakin beringas saja, bahkan pemerintah melalui jajarannya seperti Polri dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun seperti kewalahan menghadapi penyebaran hoax ini.

Betapa tidak, ketika ada penindakan seperti pemblokiran muncul baru akun-akun dan website yang melakukan aktivitas serupa dan seperti jaringan yang sulit terputuskan.

“Pemerintah kewalahan karena setiap diblokir satu muncul sepuluh, diblokir sepuluh muncul 20,” ujarnya.

Kondisi ini pun dianggap semakin memperburuk dunia maya di Indonesia, dimana penyebaran hoax sulit dibendung dengan teknik keamanan sistem yang dikelola oleh pemerintah. Bahkan hoax-hoax ini pun sudah sampai ke kamar tidur anak-anak melalui akses internet dan perangkat yang dipegang oleh anak-anak Indonesia.

“Mereka masuk relung-relung rumah tangga melalui dunia maya di kamar-kamar anak kita,” terangnya.

Untuk itulah, kesadaran diri dari masyarakat itu sendiri yang dianggap paling efektif untuk melawan dan memerangi penyebaran hoax. Semakin bangsa Indonesia cerdas dalam menerima informasi yang mereka dapatkan, maka penyebaran hoax dengan jutaan akun pun tak akan efektif untuk mempengaruhi dan mendegradasi nalar rakyat Indonesia.

“Maka tabayunlah, klarifikasilah. Jangan kita datang justru menyebarkan sesuatu yang tidak kita ketahui,” tutur Romy.