Beranda News Nasional Pendiri Ruang Sandi: Buzzer Profesi Mulia

Pendiri Ruang Sandi: Buzzer Profesi Mulia

WIB
295 views
| Estimasi Baca: 1 menit

Redaksikota.com – Seorang profesional sekaligus Founder Ruang Sandi, Dimas Akbar mengatakan bahwa tidak dibenarkan begitu saja bahwa profesi sebagai buzzer adalah kekerjaan yang buruk. Justru ia menilai bahwa profesi tersebut sangat positif dan mulia.

“Pada dasarnya, buzzer adalah profesi mulia, di intagram banyak buzzer yang memasarkan dan mengkampanyekan brand atau produk,” kata Dimas dalam diskusi publik bertemakan “Buzzer Politik di Sosial Media, Efektifkah?” yang digelar oleh LSPI di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2018).

Baginya, buzzer pada konteksnya adalah positif karena bertugas untuk memasarkan atau mempopulerkan sebuah produk tertentu. Hanya saja masalah buruk atau baik dalam profesi, bisa dilihat dari bagaimana seseorang tersebut menjalankan profesinya itu.

“Dalam perjalannya buzzer dapat predikat negatif khususnya dalam kontestasi politik makanya jadi buzzer adalah menjadi hal negatif, apalagi banyak kanal sosmed terlalu banyak buzzernya,” tuturnya.

Karena dasar dari profesi sebagai buzzer adalah kegiatan yang positif itulah, Dimas pun bersama dengan beberapa kawannya membentuk Ruang Sandi sebagai wadah produksi dan penyebaran konten digital yang positif dalam melakukan branding terhadap Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno.

“Kita fokus branding bang Sandi-nya,” terang Dimas.

Dalam mengkampanyekan Sandiaga sebagai cawapres ideal pilihan kaum milenial tersebut, Dimas menegaskan pihaknya hanya memakai konsep yang positif, bukan untuk menjatuhkan lawan politik secara langsung apalagi sampai menghina pihak tertentu.

“Soal hastag-hastaf 2019 ganti presiden itu, jujur kami suka dicolek tapi kami tolak karena itu bukan segmentasi kami. Kami kedepankan kreatifitas. Apalagi sekarang masih tinggi swing voters,” tegasnya.

Terakhir, Dimas menegaskan bahwa Ruang Sandi merupakan wadah untuk menjaring suara kaum muda untuk mensosialisasikan Sandi sebagai Cawapres 2019.

“Salah satu alasan saya dirikan Ruang Sandi, bahwa ada pemilih muda 175 juta potensi memilih. Makanya Ruang Sandi basic-nya anak muda. Bang Sandi juga kami arahkan untuk breaking challange, artinya kami ingin kampanye positif dan bikin konten yang sejuk,” ujar Dimas.

(ibn)