Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Anggota Komisi X DPR, Dadang Rusdiana ikut berkomentar terkait dengan kasus pemukulan guru oleh orang tua murid yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan pada Rabu (10/8/2016) kemarin. Dadang berpendapat bahwa siswa sekarang bukan hanya mendapat pendidikan di sekolah, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh lingkungannya seperti acara di televisi, dan juga rapuhnya komunikasi dengan orang tua, akibat kesibukan mereka, sehingga tidak mengikuti perkembangan anak tersebut.

“Komite sekolah yang selama ini ada, haruslah lebih diberdayakan sebagai sarana efektif untuk menjalin komunikasi antara sekolah dengan masyarakat, sehingga sekolah sebagai ekosistem pendidikan benar-benar bisa kita jaga dengan baik,” ujar Dadang ketika dihubungi wartawan, Kamis (11/8/2016).

Dadang menuturkan, selama ini ada salah kaprah orang dalam menilai hubungan antara guru dengan siswa dan orang tua yang hanya dipahami sekedar hubungan hukum, bukan hubungan antar pemangku kepentingan pendidikan.

Terkait dengan kasus pemukulan terhadap seorang guru di Makasar, Dadang meminta kepada aparat keamanan harus mampu bertindak cepat, apalagi ini terjadi pada guru yang memiliki tugas mulia dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Aparat keamanan harus mengambil tindakan tegas, karena kasus ini menimpa seorang guru yang memiliki tugas mulia dalam mencerdaskan kehidupan Bangsa,” jelasnya.

Lebih lanjut anggota dari fraksi Hanura ini menandaskan, bahwa guru sering kali ketika mendidik disertai dengan penegakan disiplin seperti mencubit, atau menjewer dianggap sebagai sebuah kekerasan dan kemudian diilkuti dengan balas dendam oleh orang tua siswa, dengan melakukan kekerasan yang serupa atau melaporkan kepada kepolisian.

YORIKE