Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menyayangkan kelalaian pemerintah dalam upaya mengantisipasi membludaknya pengguna jalan Tol Pejagan – Pemalang, khususnya Pintu Tol Brebes Timur pada saat arus mudik berlangsung, sehingga menyebabkan tewasnya 17 orang. Bahkan dari catatan, 11 merupakan wanita dan bayi berumur 1,4 tahun meninggal dunia akibat kelelahan karena terjebak kemacetan.

“Komnas Perempuan menyayangkan kelalaian pemerintah dalam upaya mengantisipasi membludaknya pengguna jalan Tol Pejagan – Pemalang, khususnya Pintu Tol Brebes Timur pada saat arus mudik berlangsung. Kelalaian ini terlihat dari ketidaksiapan ketika terjadi penumpukan kendaraan di pintu Tol Brebes Timur, terutama akses cepat terhadap layanan kesehatan, konsumsi dan sanitasi ketika dalam kondisi emergency,” kata Wakil Ketua Komnas Perempuan, Yuniyanthi Chuzaifah melalui rilis yang diterima di Redaksikota, Senin,(12/7/2016).

Lanjut lagi, Yuniyanthini mengatakan bahwa, pemanfaatan proyek jalan tol yang cenderung terlalu dipaksakan juga menjadi bagian dari penyebabnya.

“Padahal sudah diketahui, pembangunan fasilitas jalan tol belum sepenuhnya selesai/tersedia. Antisipasi terhadap situasi ini seharusnya sudah disiapkan secara maksimal, mengingat mudik sudah merupakan tradisi setiap tahun, dan selalu ada pembelajaran yang bisa diambil dari pengelolaan arus mudik setiap tahunnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merilis ada 17 orang tewas di wilayah Pejagan – Brebes, 6 orang akibat kecelakaan dan 11 orang akibat terdampak kemacetan yang memakan waktu 2 – 36 jam. Dari 11 orang yang meninggal dunia, 10 diantaranya perempuan (termasuk bayi perempuan yang berusia 1,4 tahun).

Meninggalnya mayoritas perempuan dalam peristiwa ini juga perlu menjadi pembelajaran semua pihak, tentang pentingnya fasilitas publik yang ramah terhadap perempuan, terlebih lagi dalam situasi emergency.

Agar kejadian tersebut tidak terulang di masa mendatang, Komnas Perempuan meminta kepada pemerintah, agar melakukan evaluasi menyeluruh pada lintas kementerian/lembaga, yakni terhadap pengelolaan arus mudik tahun 2016 dan ketersediaan fasilitas pendukung/infrastruktur mudik, termasuk dalam hal ini dengan menggunakan analisis gender.

(rahadian)