Beranda News Nasional The Jokowi Center Apresiasi Eks Panglima GAM Klarifikasi Referendum

The Jokowi Center Apresiasi Eks Panglima GAM Klarifikasi Referendum

78 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Direktur Eksekutif The Jokowi Center Teuku Neta Firdaus mengapresiasi atas pernyataan klarifikasi oleh mantan Panglima GAM Muzakkir Manaf. Dalam vidoe yang ditayangkan kemarin, Selasa (10/6/2019) Mualem – sapaan akrab Muzakkir Manaf – menyatakan empat klarifikasi terhadap pernyataan tuntutan referendum Aceh yang ditegaskan pada akhir Mei lalu.

“Kita mengapresiasi kepada Mualem yang telah memberikan klarifikasi perihal referemdum Aceh. Pada intinya, Ketua Umum Partai Aceh ini menegaskan Aceh tetap pro NKRI,” puji Neta, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Teuku Neta menuturkan pasca perjanjian damai antara RI-GAM pada 2005, maka tidak ada lagi teriakan merdeka atau referendum dengan opsi merdeka atau otonomi khusus. MoU Helsinki telah mengunci keberadaan Aceh tetap dalam bingkai NKRI. Untuk itu, kita memahami psikologi pernyataan spontan Mualem pada haul deklarator Gerakan Aceh Merdeka/Wali Neugara Aceh, Paduka Jang Mulia Teungku Muhammad Hasan di Tiro. Acara digelar di Banda Aceh, Senin (27/5) malam.

“Melalui klarifikasi ini, semua sudah jelas. Tidak perlu diperpanjang lagi masalah ini. Kita bangun Aceh yang masih termiskin di Sumatera dan sekali lagi hargai kejujuran Mualem yang sangat cinta Tanah Air Indonesia,” ajak Neta.

Sebelumnya pada akhir Mei, Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017 ini menyatakan Aceh lebih baik diadakan referendum seperti di Timor Leste. Kemudian pada 31 Mei, Mualem meminta maaf dan menyatakan tidak berkomentar lagi. Dan terakhir pada 11 Juni, dia menegaskan rakyat Aceh pro NKRI.

Dalam video berdurasi 1 menit 17 detik yang beredar sejak Selasa (11/6/2019), Mualem menyampaikan empat point terkait hal itu. Pertama, mengatakan, dirinya selaku Ketua Partai Aceh dan Komite Peralihan Aceh, pernyataan referendum itu disampaikan pada haul Hasan Tiro adalah pernyataan spontan. Tidak mewakili rakyat Aceh.
Kedua, mantan Panglima GAM ini mengungkapkan dirinya saat ini menyadari bahwa rakyat Aceh cinta damai dan pro NKRI. Ketiga, rakyat Aceh ke depan harus maju dalam bingkai NKRI. Dan keempat, hal-hal lain yang belum sesuai pasca-MoU Helsinki akan Mualem tuntaskan semua butir-butir MoU Helsinki ke depan serta menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1440 H kepada seluruh rakyat Aceh.