Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Saat ini politik identitas dan politik SARA sedang mencoba mendominasi pertarungan politik di Indonesia. Pertikaian politis antara kelompok yang mengklaim sebagai nasionalis dan religius juga menjadi persoalan sehingga masyarakat seperti dipaksa untuk terkotak-kotak.

Dengan adanya fenomena semacam itu, Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menegaskan bahwa pihaknya sangat menolak kerasa adanya politisasi SARA.

“Tidak hanya PAN saja, semua menolak isu SARA kok. Jadi bagi kami, Pancasila, NKRI, UUD 45 sudah final,” kata Eddy usai diskusi publik bertemakan “Pemilu Tanpa SARA: Demokrasi 2019 Tanpa Cacimaki” yang digelar oleh Jaringan Muda Muslim Jayakarta (JMMJ) di uP2Yu Resto and Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/5/2018).

Selain itu, Eddy juga menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk lebih mengedepankan persatuan dan kesatuan dibandingkan perbedaan pandangan politik. Baginya, pembangunan rasa kebangsaan secara kolektif akan membuat situasi demokrasi di dalam negeri semakin baik.

“Yang perlu kita kuatkan adalah membangun rasa kebangsaan. Ini kewajiban kita semua,” tegasnya.

Lebih lanjut, PAN juga menolak keras adanya kelompok yang ingin merusak tatanan demokrasi di Indonesia, termasuk orang-orang yang ingin menjadikan ideologi tertentu sebagai pengganti ideologi Pancasila.

“Pancasila, NKRI dan UUD45 itu sudah final. Apa yang ada di luar itu dan menyimpang kita tidak boleh membenarkannya. Apalagi para pendiri republik ini menyatakan bahwa kemajemukan sudah final bagi mereka. Jadi tidak ada tempat bagi mereka di luar itu di republik yang kita cintai ini,” tegasnya. (**)