Willy Prakarsa
Ketua Jari 98, Willy Prakarsa. [foto : Redaksikot]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Ketua umum Jari 98, Willy Prakarsa menilai bahwa kemarahan besar Prabowo Subianto terhadap wartawan karena banyak media nasional yang tidak melakukan siara langsung kegiatan Reuni Akbar Mujahid 212 di Monas adalah bentuk kenapikan politik dari Capres nomor urut 02 itu.

“Ya mungkin panik politik, jadi gampang seperti itu (marah-marah),” kata Willy Prakarsa menanggapangi pertanyaan wartawan di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/12/2018).

Bagi Willy, kemarahan Prabowo terhadap wartawan tersebut justru akan menimbulkan kesan dan perspektif lain terhadap sosok Prabowo, yakni otoriteristik.

“Wah jelas (wujud otoriter). Ini belum jadi (Presiden) saja masih Capres belum menjadi Presiden sudah membuat hal yang menuai kontroversial, bagaimana kalau udah jadi,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa Prabowo Subianto marah besar kepada wartawan karena agenda Reuni 212 yang dihadirinya tidak disiarkan langsung oleh televisi nasional. Bahkan ia pun meminta para pendukungnya untuk tidak menghormati lagi para pekerja media itu.

“Saya katakan, hey jurnalis-jurnalis, kalian tidak berhak sandang sebagai juranlis. Saya katakan mulai sekarang jangan lagi hormati mereka karena mereka semua antek,” teriak Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas Dunia ke 26 di Hotel Grand Sahid Jaya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (5/12).

(ibn)