Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Panglima Gerakan Nasional Komando Kawal Al Maidah, Mashuri Masyhuda mengatakan jika persoalan kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terhadap Surat Al Maidah 51 harus segera dibereskan.

“Kami tegaskan bahwa ummat Islam sudah cukup bersabar dengan proses hukum Penistaan Agama ini,” kata Mashuri dalam keterangannya, Senin (10/4/2017).

Ia pun menyayangkan jika sampai wacana penundaan sidang ke 17 yang rencananya akan mendengarkan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap kasus tersebut di PN Jakarta Utara oleh Polda Metro Jaya. Ia menilai jika sampai hal itu terjadi, justru akan menjadi preseden buruk bagi Polda Metro sendiri karena sudah mencoba bermain ke wilayah politis dengan mengintervensi hukum.

“Wacana penundaan sidang Ahok yang digulirkan Kapolda patut diduga sebagai upaya intervensi proses hukum,” tukasnya.

Selain itu, Ketua Kokam PP Pemuda Muhammadiyah tersebut menilai justru situasi akan semakin jauh lebih panas jika sampai rekomendasi Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan dilakukan.

“Jutaan ummat Islam yang merasa ‘dihinakan’ Kitab Sucinya bisa kembali melakukan tuntutan atas ketidak adilan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mashuri pun menegaskan jika seluruh eksponen Muhammadiyah tidak akan tinggal diam, jika sampai persoalan aqidah ini tidak segera diselesaikan dengan tegas.

“GN KOKAM siap menurunkan jutaan eksponen warga dan simpatisan Muhammadiyah jika terbukti Pemerintah ‘bermain-main’ dengan kasus penistaan agama ini,” pungkasnya.

“Ini persoalan Aqidah Islam yang diusik, dan jika persoalan aqidah siapapun yang beriman terhadap kitab suci Al Qur’an, pasti (kami) akan bersikap tegas,” imbuhnya.