Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Wakil ketua Komisi I DPR RI, Tubagus (TB) Hasanuddin membantah pihaknya pernah menyetujui pembelian lima unit pesawat A400M yang dilakukan oleh TNI Angkat Udara.

“Sesuai ketentuan yang berlaku, Komisi I tidak pernah membahas merk dan produk pesawat tertentu dalam pembahasan RAK/L Kemhan/TNI, apalagi memberi persetujuan soal besaran harganya,” kata TB Hasanuddin dalam siaran persnya yang diterima Redaksikota, Kamis (9/3/2017).

Ia mengatakan jika dalam pembelian dan penentuan merek pesawat, bukan menjadi ranah DPR RI, melainkan dari sisi pemerintah secara langsung yakni Kementerian Pertahanan maupun TNI sendiri.

“Merk, produk, dan harga pesawat ditentukan oleh tim pemerintah dalam hal ini Kemhan/TNI setelah melalui tender,” terangnya.

Bahkan politisi PDI Perjuangan ini juga menegaskan jika DPR RI melarang ada pembelian produk alat utama sistem pertahanan (alutsista) dari luar negeri, jika memang produk tersebut bisa disediakan di dalam negeri.

“Komisi I DPR tetap berpegang teguh pada UU industri pertahanan, bahwa tidak dibenarkan membeli dari luar bila alut sista tersebut sudah dapat diproduksi di dalam negeri,” tegasnya.

Bahkan jika memang terpaksa membuka tender untuk pengadaan dari luar negeri, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat ini juga menegaskan pula, bahwa harus ada mekanisme yang harus dipenuhi, yakni rekomendasi dari Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), serta bekerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

“Seandainya harus diimpor, maka ada ketentuan yang harus diikuti, antara lain rekomendasi dari KKIP dan bekerja sama dengan PT DI,” sambungnya.

Lebih lanjut, TB Hasanuddin juga sudah memfollow-up PT Dirgantara Indonesia terkait dengan masalah ini. Dan dari jawaban perusahaan penerbangan milik Indonesia itu, memang sampai saat ini belum ada pembahasan terkait dengan pembelian pesawat A400M.

“Sampai saat ini saya sudah mengeceknya ke PT DI. PT DI tidak pernah membicarakan skema Transfer of Technology (ToT) mengenai pengadaan pesawat A400M tersebut,” pungkas TB Hasanuddin lagi.

Pernyataan TB Hasanuddin ini disampaikannya untuk menanggapi sebuah artikel yang dimuat di media Janes.com yang dirilis pada hari Kamis, 2 Maret 2017 dan ditulis oleh redaktur mereka bernama Ridzwan Rahmat.

Dalam artikel berjudul “Airbus dispatches A400M to Indonesia in showcase of platform’s capabilities” tersebut, penulis mengatakan bahwa pada hari Rabu (1/3/2017) pihaknya mendeapatkan informasri dari TNI bahwa saat ini produsen Airbus sedang memesan A400M dan akan segera mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta dalam waktu dekat.

Dan menurut keterangan yang ditulis pada artikel tersebut, pembelian pesawat A400M tersebut adalah hasil persetujuan dari Komisi I DPR RI pada bulan Januari 2017, dengan total anggaran USD2 miliar. (mib)