t
Beranda News Nasional Karyono Wibowo Harap Hoax Jadi Extra Ordinary Crime

Karyono Wibowo Harap Hoax Jadi Extra Ordinary Crime

WIB
140 views
| Estimasi Baca: 1 menit
karyono wibowo
Direktur eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo. [istimewa]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Direktur eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai bahwa persoalan hoax khususnya di tanah air sudah menjadi momok tersendiri. Apalagi ia menilai jika hoax sudah bukan lagi persoalan remeh temeh melainkan dikategorikan sebagai industri.

“Hoax sudah jadi industri dan ini akan menjadi parah karena ada potensi hasilkan benefit ekonomi. Kalau tidak dicegah maka ini akan bergulir terus,” kata Karyono dalam diskusi publik “Indonesia Darurat Hoaks: Siapa Untung?” di DPP PGK, Jakarta Selatan, Kamis (10/1/2019).

Selain itu, Karyono juga menilai dampak kerusakan yang dihasilkan oleh adanya hoax juga sangat luar biasa. Konflik horizontal sangat rentan terjadi karena adanya berita bohong.

“Hoax itu perbuatan yang punya daya rusak yang luar biasa. Tidak hanya pada personal antar individu tapi sudah menyangkut publik,” ujarnya.

Maka dari itu, sudah sepantasnya jika hoax dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa.

“Hoax itu ekstra ordinary crime karena dampak kerusakannya sangat tinggi. Maka harus ada gerakan nasional untuk menjadikan hoax sebagai musuh bersama atau common enemy. Ini penting,” tegasnya.

Selain itu, penegakan hukum juga harus diperkuat agar hoax dapat diminimalisir dengan baik. Jika dianggap UU ITE masih kurang efektif untuk memberikan efek jera bagi para pelaku pembuat dan penyebar hoax, bisa dilakukan revisi.

“Dari sisi hukum, kan sudah ada UU ITE dan sebagainya, kalau masih dirasa kurang kuat maka perlu direvisi,” tuturnya.

Terakhir, Karyono meminta agar Hoax segara ditindak dengan tegas dan terus diupayakan untuk diberantas. Apalagi di momentum politik seperti saat ini, hoax berpotensi akan terus diproduksi khususnya untuk menurunkan elektabilitas lawan.

“Dari aspek politik ada Pilkada dan Pilpres. Maka (hoax) ini akan diproduksi terus menerus. Ini berbahaya,” tutupnya. []