t
Beranda News Nasional BPN Ogah Akui Kornas Prabowo Presiden

BPN Ogah Akui Kornas Prabowo Presiden

WIB
175 views
| Estimasi Baca: 2 minutes
Fadli Zon
Wakil ketua DPR RI, Fadli Zon.
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon menegaskan bahwa tidak ada nama Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo Presiden yang berada di lingkaran Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

“Sata kira tidak ada tuh nama relawan kami yang terdaftar atas nama itu atau organisasinya,” kata Fadli Zon di Senayan, Rabu (9/1/2019).

Bahkan ia pun meminta agar semua pihak tidak menyangkut-pautkan nama Kornas Prabowo Presiden dengan pihaknya.

“Jangan mereduksi atau menargetkan itu sebagai bagian dari tim kami,” tegasnya.

Tak hanya Fadli Zon saja, bahkan Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa Kornas Prabowo Presiden bukanlah bagian dari kelompoknya.

“Itu sudah kami cek tidak terdaftar,” kata Dasco kepada wartawan, Selasa (8/1).

Pun jika memang mereka mendukung perjuangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno dalam Pilpres 2019 ini, Dasco menilia mereka terlalu bersemangat sehingga muncul hoax 7 kontainer berisikan 7 juta surat suara yang sudah tercoblos di kawasan Tanjung Priok itu.

“Bahwa tadinya mendukung lalu sekarang ada begini, mungkin karena terlalu semangat,” nilainya.’

Baca juga : Relawan Nasional Prabowo Presiden Deklarasikan Diri di Cikini

Perlu diketahui bahwa eks wakil ketua Kornas Prabowo Presiden, Bagus Bawana Putra berhasil ditangkap oleh tim Siber Bareskrim Mabes Polri terkait dengan konten hoax 7 kontainer berisi surat suara yang tercoblos untuk pasangan Capres-Cawapres 01, Jokowi Maruf.

Menurut Kasubdit 1 Dittipidsiber Bareskrim Mabes Polri, Kombes Pol Dani Kustoni, bahwa Bagus memang merupakan aktor intelektual dari produsen sekaligus buzzer hoax 7 kontainer itu.

“Tersangka melakukan perekaman terhadap suara isinya meyakinkan kepada masyarakat bahwa seolah-seolah betul-betul ada 7 kontainer ada di Tanjung Priok terkait surat suara yang sudah dicoblos,” kata Kombes Pol Dani dalam konferensi persnya di Divisi Humas Mabes Polri.

Bahkan menurutnya, tersangka sempat melakukan upaya penghilangan bukti-bukti dengan menghapus video, menghapus konten dan menutup beberapa akun sosial media yang menjadi media untuk penyebaran konten hoaksnya itu.

Bahkan ia juga mengatakan jika tersangka sempat melarikan diri hingga akhirnya berhasil ditangkap.

“Kemarin kita lakukan pencarian karena yang bersangkutan berusaha tinggalkan rumah dan tinggalkan kota Jakarta sampai ditemukan di wilayah Sragen,” terangnya. []