Beranda Headline Habib Novel Sebut Kelakuan Yusril Lebih Parah dari Berzina

Habib Novel Sebut Kelakuan Yusril Lebih Parah dari Berzina

WIB
620 views
| Estimasi Baca: 2 minutes

JAKARTA, Redaksikota.com – Salah satu kader Partai Bulan Bintang (PBB), Ustadz Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin mengatakan sudah berkomunikasi langsung dengan ketumnya yakni Prof Yusril Ihza Mahendra.

Dalam komunikasinya itu, Novel mengaku sudah mengingatkan Yusril bahwa keputusan yang diambil ketumnya untuk menjadi lawyer Jokowi-Maruf adalah sangat salah.

“Saya kirim ayat-ayat ke beliau bahwa Anda bahaya Prof, Anda terjun dalam kebhatilan dan kemungkaran. Ini hukum Islam, ada ayat-ayat politik, dan PBB adalah partai Islam satu-satunya. Jangan sampai dikotorin PBB, jangan berikan akses ke pendukung penista agama,” kata Novel ketika menceritakan kritikannya kepada Yusril melalui sambungan pesan instan dalam kegiatan Sarasehan Nasional dengan tema “Forum Tabayyun : Menyikapi Pro dan Kontra Terhadap Sikap YIM” yang digelar oleh Komite Khittah Gerakan 212 dan Gerakan Pemuda Islam (GPI) di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2018).

Kemudian, salah satu petinggi Front Pembela Islam (FPI) tersebut juga menegaskan bahwa keputusan Yusril yang masuk dalam lingkaran Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja adalah perbuatan yang paling hina, bahkan lebih parah dibandingkan dengan melakukan perzinahan, karena berkoalisi kelompok yang disebutnya sebagai pendukung penista agama itu.

“Prof, Anda lebih parah dari berzina, lebih parah dari makan babi dan minum khamr. 21 ayat (di Al Quran) sanksinya fasik, dzolim dan munafik. Saya mau selamatkan Anda, Anda harus ambil sikap,” tegasnya.

Lebih lanjut, Novel pun mengingatkan kepada Yusril agar melepaskan jabatannya sebagai Ketua Umum PBB jika masih tetap ingin melanjutkan keputusan politiknya sebagai bagian dari TKN Jokowi-Maruf itu.

“Prof, anda tidak bisa disholatkan kalau begini. Kalau anda mau bersikap silahkan lepaskan dulu PBB, kita akan hargai keputusan anda. Jangan nodai PBB karena kita ini partai Islam yang kita tegakkan hukum-hukum Allah,” tuturnya.

Perlu diketahui, bahwa Yusril Ihza Mahendra telah menyatakan menerima ajakan Ketua TKN Jokowi-Maruf, Erick Thohir sebagai lawyer Joko Widodo dan KH Maruf Amin dalam statusnya sebagai Capres-Cawapres di Pilpres 2019.

Meskipun dalam sikapnya itu, Yusril mengatakan merupakan keputusan pribadinya sendiri tanpa membawa paket dengan partai politik yang saat ini tengah ia pimpin itu. Sementara PBB sendiri sampai sejauh ini belum menentukan sikapnya akan berporos ke kubu manapun.