Muhadjir Effendy, Mendikbud
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. [foto : liputan6]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru, Muhadjir Effendy untuk memberlakukan program Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mulai 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB tampaka membuat resah masyarakat.

Hal ini pun terlihat dengan keberadaan tagar #FullDaySchool di urutan teratas alias menjadi tranding topic di Twitter Indonesia.

Beberapa netizen menilai wacana kebijakan yang akan dilakukan oleh Menteri Muhadjir tersebut adalah kebijakan yang mengerikan. Seperti halnya dengan yang dikicaukan oleh pengguna akun @estitrihndayani. Ia pun mempertanyakan tentang nasib beberapa tugas siswa seperti mengerjakan tugas rumah tangga dan tugas kelompok jika program tersebut benar-benar diberlakukan.

“#fulldayschool? Mengerikan. Bagaimana dgn PR & tugas kelompok? Siswa keburu kelelahan dgn mapel di sekolah. Fulldayschool means no homework,” tulis @estitrihndayani, Selasa (9/8/2016).

Tampak senada, netizen pemilik akun @IkhwanImaizumi juga mempertanyakan kebijakan yang diwacanakan Menteri Muhadjir tersebut. Ia menilai waktu kegiatan ekstra kulikuler bagi anak-anak mereka pun akan tersita dengan kebijakan itu jika benar diberlakukan.

“Dear Pak @jokowi dan @Kemendikbud_RI ,kalo #FullDaySchool diterapkan,bg anak yg mau les renang ato musik, mmg sekolah bsedia siapkan sarana?,” kicau @IkhwanImaizumi.

Selain itu juga, pemilik akun @sadebimantara juga menilai, kebijakan yang akan diberlakukan oleh pemerintah harus berdasarkan pada fakta dan bukti akademik, bikan semata-mata hanya wacana untuk membuat kebijakan yang malah dinilai asal-asalan itu.

“Perlu dasarkan pd fakta, bukti akademik & bukan #KebijakanAsal2, sebelum angkat ide #FullDaySchool @Kemdikbud_RI,” tulis @sadebimantara.

Lantas apa sebenarnya alasan Menteri Muhadjir ini ingin memberlakukan program Full Day School tersebut ?

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut menilai program tersebut akan lebih efektif untuk membuat peserta didik terbangun karakternya. Ditambahkan lagi agar mereka pula tidak liar di luar sekolah karena setiap tugas sekolah bisa dikerjakan di lingkungan sekolah sembari orang tua mereka menjemput.

“Dengan sistem full day school ini, secara perlahan anak didik akan terbangun karakternya dan tidak menjadi ‘liar’ di luar sekolah ketika orangtua mereka masih belum pulang dari kerja,” tutur Menteri Muhadjir di Malang.

(mib)