Foto : Pedri Kasman (tengah), Mashuri Masyhuda (kanan).
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Panglima Komando 1912, Mashuri Masyhuda menyatakan bahwa keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang memvonis Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selama 2 tahun penjara, membuktikan bahwa keadilan di Indonesia masih bisa ditegakkan dengan baik.

“Meskipun tidak divonis maksimal 5 tahun karena beberapa pertimbangan hukum oleh Hakim, keputusan hari ini sudah menggambarkan, bahwa keadilan masih bisa ditegakkan di negeri ini,” kata Mashuri dalam keterangannya yang diterima Redaksikota, Selasa (9/5/2017).

Selain itu, keputusan majelis hakim terhadap Gubernur DKI Jakarta tersebut juga dikatakan Mashuri sebagai bentuk, bahwa apa yang digaungkan oleh umat Islam dewasa ini adalah benar, bahwa Ahok memang bersalah melakukan pendoaan agama Islam.

“Rasa keadilan yang disuarakan jutaan ummat islam akhirnya terbukti, bahwa memang Ahok secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindakan penodaan terhadap Al Qur’an dan Ulama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ketua Kokam PP Pemuda Muhammadiyah tersebut juga menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh umat Islam bersama dengan ulama dan warga Muhammadiyah adalah murni gerakan menuntut keadilan, bukan berdasarkan kepentingan politik yang dialamatkan kepada mereka selama proses persidangan kasus penodaan agama tersebut berlangsung.

“Marwah MUI dan seluruh ormas Islam yang berjuang menegakkan keadilan khususnya eksponen warga Muhammadiyah hari ini telah terjaga di hadapan persidangan, bukti nyata bahwa kami berjuang tulus untuk tegaknya keadilan bukan karena muatan politis Pilkada yang selama ini dituduhkan,” terang Mashuri.

Terkait dengan kasus tersebut, Mashuri pun mengingatkan agar apa yang terjadi kepada Ahok hari ini menjadi pembelajaran bagi siapapun agar tidak macam-macam apalagi bermain-main dalam ranah privasi umat atau pemeluk agama lain.

“Semoga keputusan hari ini menjadi pelajaran untuk seluruh anak bangsa, agar tidak lagi bermain-main dengan masalah Penistaan Agama, siapapun dan agama apapun tidak boleh dilecehkan, direndahkan, dinodai dan segala macam tindak laku yang bertentangan dengan nilai-nilai Ke-Indonesiaan yang berbhineka tunggal ika,” tukasnya.

Selain itu pula, Mahsuri pun menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh umat Islam yang ikut berjuang mengawal jalannya proses hukum kasus penodaan agama yang dilakukan oleh Ahok tersebut.

“Terima kasih atas segala perjuangan jutaan ummat islam yang telah bergerak dan berdoa tanpa lelah, berjuang mengeluarkan segala tenaga dan materinya demi tegaknya keadilan dibumi pertiwi, Allah SWT sekali lagi telah menolong kita dalam kasus ini,” pungkas Mashuri.