Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota – Ratusan aktivis Mahasiswa yang tergabung dalam perwakilan Cipayung Plus DKI Jakarta dan BEM DKI Jakarta yang terdiri dari berbagai macam elemen dan BEM Universitas melaksanakan longmarch dari Jl Sam Ratulangi menuju titik aksi unjukrasa di depan Istana Merdeka RI pada Jumat (9/3/2018).

Aksi yang dilakukan ini terkait dengan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Jendral (Purn) TNI Moeldoko selaku Kepala Kantor Staf Presiden RI.

Hal ini disampaikan oleh koordinator aksi, Bintang Wahyu Saputra dalam orasinya.

“Kami Mendesak Joko Widodo dan Jusuf Kalla selaku Presiden RI dan Wakil Presiden RI mencopot atau memecat saudara Jenderal TNI (Purn) Moeldoko secara tidak hormat karena telah banyak melanggar UU dan Peraturan Negara,” kata Bintang.

Dalam aksinya kali ini massa gabungan Cipayung Plus DKI dan BEM DKI juga membentangkan spanduk yang bertuliskan “Cipayung Plus dan BEM DKI Bubarkan KSP” dan “Copot Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan”.

Aksi ini sebagai bentuk protes karena dalam menunju Pilpres 2019 KSP yang di Pimpin oleh Jenderal TNI (Purn) Moeldoko sudah mulai berubah peran dan fungsinya yang telah diatur dalam peraturan, Cuitan yang diunggah oleh Akun Twitter resmi KSP tentang PDIP kembali memberikan dukungan kepada Joko Widodo telah melupakan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan aturan lainnya.

Selain itu KSP juga disinyalir telah menerima berkas relawan Joko Widodo pada pilpres 2019 di Istana Negara dan ini adalah menunjukan keberpihakan KSP selaku Aparatur Sipil Negara dalam momen politik praktis.

Oleh karena itu massa yang tergabung dalam Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan yang tergabung dalam Perwakilan Kelompok Cipayung Plus DKI Jakarta dan BEM DKI Jakarta bersikap dengan Memperhatikan Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) maka Cipayung Plus dan BEM DKI mendesak agar Jendral (Purn) TNI Moeldoko dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Staf Presiden RI.

“Jika hari ini pak Moeldoko tidak dicopot kami mengindikasikan Pak Jokowi yang menyuruh Pak Moeldoko memakai fasilitas negara untuk pemilu praktis 2019, maka kami hari minggu nanti di Car Free Day akan mengadakan penggalanan dana untuk Pak Jokowi nyapres kembali namun tidak memakai fasilitas negara dengan tema Koin untuk Jokowi Capres 2019,” lanjut Bintang. (rel)