Beranda Headline Tangkal Intoleransi, Brigjen Pol Djoko Mulyono Ajak Bangsa Indonesia Beristighfar

Tangkal Intoleransi, Brigjen Pol Djoko Mulyono Ajak Bangsa Indonesia Beristighfar

"Kalau kita tetap astaghfirullah maka kita akan tetap bersatu. Jangan mudah percaya dengan sesuatu jangan-jangan itu bisikan setan," tuturnya.

WIB
46 views
| Estimasi Baca: 1 menit

Redaksikota.com – Direktur Kemanan Negara Baintelkam Mabes Polri, Brigjen Pol. Djoko Mulyono mengajak kepada seluruh bangsa Indonesia untuk menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa menjadi prioritas utama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Hal ini dikatakan Brigjen Pol Djoko agar Indonesia tetap utuh dan seluruh elemen dapat saling menjaga negara dan sumber kekayaannya tidak digarong oleh bangsa negara lain.

“Indonesia ini sangat kaya raya dan menjadi incaran bangsa lain. Kalau persatuan kita tidak diproteksi dengan baik maka kita akan dihancurkan,” kata Djoko dalam diskusi di D’Hotel, Setia Budi, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018).

Selain itu, perpecahan bangsa Indonesia juga bisa dilihat dari maraknya sikap intoleransi. Dimana sesama anak bangsa tidak saling tenggangrasa, dan merasa paling benar sendiri sehingga selalu menyalahkan pihak yang di luar dari golongannya. Padahal bagi Djoko, persatuan dan kesatuan adalah modal utama Indonesia.

Maka dari itu, langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan mawas diri serta beristighfar sebagai upaya merefleksi diri.

“Kalau kita tetap astaghfirullah maka kita akan tetap bersatu. Jangan mudah percaya dengan sesuatu jangan-jangan itu bisikan setan,” tuturnya.

“Ini yang perlu ditanamkan agar kembali ke Pancasila, saling toleransi, menghargai dan menghormati. Jangan sebaliknya suka mengkafirkan orang,” imbuh jenderal polisi bintang satu itu.

Lebih lanjut, Brigjen Pol Djoko juga menekankan lagi agar seluruh bangsa Indonesia tetap bersatu demi menjaga masa depan generasi selanjutnya.

“Secara fakta bangsa kita sudah utuh, tapi kepentingan-kepentingan kita diatur oleh negara lain. Makanya kita harus kembali lagi saling memikirkan bangsa kita ke depan. Jangan sampai anak cucu kita nanti yang menjadi korban,” tutupnya.

(ibn)