Beranda News Nasional Habib Salim Jindan Harap Pemerintah Rangkul Kelompok Pro Khilafah

Habib Salim Jindan Harap Pemerintah Rangkul Kelompok Pro Khilafah

WIB
58 views
| Estimasi Baca: 1 menit
habib salim jindan
Habib Salim Jindan Baharun.

Redaksikota.com – Presiden Majelis Dzikir RI 1, Habib Salim Jindan Baharun menilai bahwa kelompok yang teriak-teriak Khilafah dan ingin mengganti sistem adalah kelompok yang merasa tidak puas dengan kondisi bangsa saat ini.

“Negara harus bisa rebut hati rakyat, caranya ya penuhi kemauan mereka. Makanya banyak ideologi dan sebagainya sampai mau dirikan negara Islam karena mereka merasa tidak puas dengan kondisi sekarang. Banyaknya korupsi, banyak narkoba dan sebagainya,” kata Habib Salim dalam sebuah diskusi di D’Hotel, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018).

Kemudian ia juga meminta agar pemerintah tidak menempatkan kelompok-kelompok tersebut sebagai momok dan benalu di dalam negeri. Baginya, justru pemerintah harus menilai jika mereka adalah bagian dari anak bangsa yang kebetulan nakal dan butuh perhatian saja.

“Kalau ada yang dianggap garis keras dan suara intoleransi khilafah, kita pandang mereka sebagai anak bangsa. Jangan pandang mereka sebagai musuh dan orang yang menakutkan. Anggap mereka anak yang lagi nakal dan butuh dirangkul dan mereka hanya cari perhatian,” tuturnya.

Selain itu, Habib Salim juga menegaskan kepada pemerintah bahwa permasalahan bangsa Indonesia yang terkotak-kotak sehingga gap antar kelompok menjadi sangat kentara lantaran kurangnya komunikasi yang intens. Padahal menurutnya, seluruh persoalan dapat diatasi ketika terjalin komunikasi yang baik antar seluruh elemen bangsa.

“Permasalahan kita ini komunikasi yang kurang, sehingga pikiran kita yang rusak. Makanya kita harus bangun komunikasi. Apapun agama kita bahwa kita sudah dibungkus oleh Pancasila dan NKRI,” tegasnya.

Terakhir, Habib Salim pun mengajak seluruh pihak agar kembali menghidupkan semangat Revolusi Mental yang digaungkan Presiden Joko Widodo sejak ia memimpin Indonesia itu. Namun pendekatannya harus dilakukan juga berdasarkan pengamalan keagamaan.

“Kita kembalikan lagi revolusi mental bapak Jokowi dengan amal agama, saling menghingatkan. Kalau seluruh media dan masing-masing dilakukan sesuai dengan kapasitas kita melalui pendekatan amal agama, maka hasilnya akan baik,” tutupnya.

(**)