Beranda News Nasional Zarkasih Nur Ajak Tokoh Masyarakat Berikan Contoh Berdemokrasi yang Baik & Kondusif

Zarkasih Nur Ajak Tokoh Masyarakat Berikan Contoh Berdemokrasi yang Baik & Kondusif

WIB
109 views
| Estimasi Baca: 2 minutes

TANGSEL – Mantan Menteri Negara Koperasi dan UKM era Gus Dur, Zarkasih Nur mengajak para tokoh masyarakat baik ditingkat nasional maupun daerah untuk tidak apatis terhadap Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 yang damai.

Menurutnya, para tokoh masyarakat harus memberikan contoh yang baik agar pesta demokrasi berjalan kondusif. Para tokoh masyarakat memiliki andil dalam mendamaikan dan menyatukan masyarakat, terutama ketika masyarakat dihadapkan pada isu hoax dan ujaran kebencian serta berbagai hal yang berpotensi mengancam integritas NKRI dan suksesnya pelaksanaan Pemilu 2019.

Sementara itu masyarakat pun diharapkan lebih cerdas dan dewasa menyikapi hoax maupun ujaran kebencian dengan memperluas wawasan dan mengikuti perkembangan informasi diberbagai media massa, terutama yang berkaitan dengan para calon dan program-programnya. Ia mengajak masyarakat agar melihat program-program dari para calon yang akan dipilih sehingga tidak menyesal dikemudian hari.

“Saya berharap para tokoh masyarakat baik ditingkat nasional maupun lokal (daerah) hendaklah berbuat mendamaikan, mempersatukan dan mempersilaturahimkan seluruh kabupaten-kabupaten yang ada. Kalau ini sudah berjalan maka pileg dan pilpres bisa berjalan dengan baik dan damai,” himbau Zarkasih Nur dikediamannya dikawasan Ciputat, Tangerang Selatan, (Rabu,05/12/2018).

Zarkasih Nur yang merupakan anggota Majelis A’la (tinggi) DPP Partai Persatuan Pembangunan (P3) yang kini juga aktif dibidang pendidikan dan dakwah, menambahkan bahwa masyarakat pada dasarnya sangat tergantung kepada para tokoh yang ada ditengah-tengah mereka, yang bisa dijadikan figur/panutan. Karena itulah semua tokoh masyarakat harus memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat disekitarnya.

Meskipun saat ini secara umum situasi masih dikategorikab sedang dalam keadaan baik. Namun sejauh ini ia mendapati belum semua tokoh masyarakat didaerah-daerah berperab aktif. Terkadang masih ada tokoh masyarakat yang bersikap apatis dengan tidak memberikan penyadaran kepada masyarakat dalam persoalan Pipres dan Pileg. Kondisi teraebut menurut Zarkasih seharusnya dibantu (oleh para tokoh masyarakat) agar suasana betul-betul kondusif. Kearifan para tokoh masyarakat dalam bersikap akan sangat diperlukan manakala hoax dan ujaran kebencian atau hujatan yang mengatasnamakan agama bermunculan. Sebab hoax adalah hal yang harus dihindari karena sering memperkeruh situasi. Ironisnya, menurut pria yang kini sudah berusia 78 tahun, hoax justru lebih banyak diproduksi (dibuat) oleh orang-orang pintar dan mengetahui fakta sebenarnya dengan mengambil dan menyebarkan isu-isu yang tidak benar, misalnya menuduh seseorang itu PKI atau membenci Islam. Oleh sebab itu Zarkasih setuju jika aparat melakukan tindakan terhadap penyebaran hoax.

“Hoax adalah bagian yang harus dihindari karena bisa memperkeruh situasi,” ungkap Zarkasih, ayah dari sembilan orang putra yang tetap aktif memberikan ceramah disejumlah perkumpulan pengajian.

Dalam menyikapi hujatan yang mengatasnamakan agama, ia juga mengajak para ulama untuk bersikap arif dan menghindari hujatan-hujatan. Sebab dalam ajaran Islam, tidak seharusnya ulama mengekuarkan hujatan/ujaran kebencian, melainkan kasih sayang dan menghargai perbedaan yang ada, yang merupakan bagian dari demokrasi.

“Insya Allah, pilpres dan pileg ini bisa berjalan baik sesuai namanya Pesta Demokrasi, sebab tanpa ada demokrasi bagaimana pembangunan kita bisa menjadi baik sebagai bagian dari pembangunan nasional,” ujar mantan politikus yang belakangan ini gemar olahraga senam dan renang untuk menjaga kesehatannya.

Tak lupa, tokoh yang dahulu pernah menduduki kursi DPRD, DPR RI, hingga Menteri di kabinet Persatuan Nasional ini juga memberikan himbauan kepada seluruh pihak terutama masyarakat luas agar lebih dewasa dalam berpikir dan bersikap, sehingga kedepan Indonesia bisa memiliki masyarakat yang maju dan cerdas.

“Dengan bertambahnya usia kemerdekaan bangsa Indonesia, maka meningkat pula kedewasaan bangsa dalam berpikir sehingga menjadi masyarakat yang maju dan cerdas. Jika ada sesuatu yang datang, jangan langsung diterima begitu saja. Kerjalah dengan ikhlas dan dengan semangat ukuwah Islamiyah,” pungkas himbau Zarkasih, Pendiri dan Pembina Balai Pedidikan Yayasan Islamiyah Ciputat, Madrasah Tsanawiyah Aliyah, Majlis Taklim Muslimat, Majlis Taklim Al Karomah, Majlis Taklim Persatuan Kaum Ibu Ciputat, dan Ikatan wanita Nasional Tangsel.