Santri
* foto : antara
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ketua umum Ikatan Pesantren Indonesia (IPI), Zaini Ahmad SRK mendorong agar pemimpin Pengasuh Pesantren dan para santri Indonesia, untuk terus berinovasi dalam setiap kesempatan. Selain itu, ia juga berpesan agar para santri untuk tidak terlalu sering membuang waktu dan lebih giat belajar.

Pesan ini disampaikan Kiyai yang biasa disapa Gus Zaini tersebut guna menanggapi pidato Presiden Jokowi di hadapan ratusan perwakilan pemuda negara ASEAN. Jokowi mengatakan bahwa pentingnya kontribusi dari para pemuda dalam pembangunan masyarakat ASEAN dan juga atas terselenggarannya Lomba Santripreneur Award 2015 yang diselenggarakan di Yogyakarta baru-baru ini.

Kepada para santri, Zaini Ahmad menyampaikan bahwa pesantren dan masyarakat perlu bantuan santri untuk mentransformasi ukhrowi dan ekonomi.

“kami perlu bantuan para santri untuk mereformasi masyarakat kita,” katanya.

Gus zain mengatakan, ada sekitar 600 juta orang penduduk ASEAN, dan lebih dari setengahnya merupakan kaum muda. Untuk itu, IPI mengajak para santri Indonesia untuk berinovasi dengan memanfaatkan era digital dan media sosial, untuk menyampaikan pesan yang bermanfaat dan positif untuk pesantren dan masyarakat.

“Sampaikan kepada pesantren apa yang harus di lakukan. Sampaikan kepada pesantren bagaimana melawan radikalisme yang beredar di internet. Sampaikan kepada pesantren bagaimana kita dapat memanfaatkan teknologi digital,” tegasnya.

Selain itu, IPI juga mengingatkan kepada para santri untuk berhati-hati dalam memanfaatkan perkembangan teknologi, terutama internet. Pasalnya, era digital ini memiliki banyak sekali godaannya.

“Tinggal di era digital ini banyak godaannya. Kita dapat jatuh ke dalam perangkap dan menjadi sangat terobsesi dengan karir kita,” katanya.

Zaini Ahmad juga mengingatkan, pentingnya kebersaman dengan keluarga.

“Kebahagiaan yang paling utama adalah berpetualang dalam hidup bersama-sama keluarga,” tandasnya. [ian]