Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Anggota komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu menilai informasi yang diungkapkan oleh koordinator KontraS, Haris Azhar tentang mahar busuk kepada aparat TNI, Polri, dan BNN harus tetap ditelusuri sampai tuntas.

Apalagi dikatakan Masinton, informasi tersebut bersentuhan langsung dengan instansi keamanan dan penegakan hukum di Indonesia yakni TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Ditelusuri. Sikap saya sejak awal mengenai keterangan Freddy Budiman kepada Haris Azhar walaupun itu tidak seutuhnya benar tetapi sekecil apa pun informasi itu penting karena itu berkaitan dengan sindikat jaringan peredaran narkotika,” kata Masinton dalam siaran tertulisnya, Minggu (7/8/2016).

Terkait dengan pelaporan TNI, Polri, dan BNN terhadap Haris Azhar ke Bareskrim Mabes Polri dengan tuduhan pencemaran nama baik, dan pelanggaran UU ITE, Masinton menilainya hal tersebut hanyalah bentuk reaksional belaka dari aparat.

Politikus PDI perjuangan tersebut menilai seharusnya aparat tidak terburu-buru untuk melaporkan Haris, melainkan melakukan penelusuran untuk membuktikan benar atau salahnya kisah yang disampaikan oleh Haris Azhar tersebut.

Diketahui, berdasarkan kisah yang diceritakan Haris dengan judul “Cerita Busuk dari Seorang Bandit” yang memuat kesaksian Freddy Budiman terkait bisnis haramnya menyebutkan bahwa, sepanjang perjalanan bisnis narkoba yang dijalankan tereksekusi mati tersebut telah menggelontorkan uang untuk menyuap oknum aparat.

Tak tanggung-tanggung, seperti yang diceritakan Haris dari hasil pertemuannya dengan Freddy di Lapas Nusa Kambangan tahun 2014 lalu menyebutkan juga, sudah ada ratusan miliar rupiah diberikan Freddy kepada oknum aparat TNI, Polri, dan BNN.

Bahkan untuk mendistribusikan barang haramnya, Freddy mengaku pernah dipinjamkan mobil oleh oknum jenderal TNI bintang dua.

(mib/rel)