t
Beranda News Nasional Karyono Wibowo Nilai “Pelanggar HAM” Tetap Jadi Batu Sandungan Prabowo

Karyono Wibowo Nilai “Pelanggar HAM” Tetap Jadi Batu Sandungan Prabowo

WIB
197 views
| Estimasi Baca: 2 minutes
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Direktur eksekutif Indonesian Public Institue (IPI), Karyono Wibowo menilai bahwa isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi persoalan karena sangat melekat pada sosok Prabowo Subianto.

Kasus pelanggaran HAM yang melekat pada capres nomor urut 02 itu adalah kasus penculikan aktivis yang terjadi menjelang peristiwa reformasi 98 dimana saat itu rakyat dan elemen Mahasiswa sangat menentang rezim otoriteristik Soeharto.

Alhasil, kasus penculikan aktivis terlanjur menjadi ‘branding’ Prabowo hingga saat ini. Namun sebelum terjun di kancah politik, Prabowo sudah menyadari kasus ini bakal menjadi batu sandungan. Karenanya, untuk menetralisir kasus tersebut, Prabowo menampung sejumlah aktivis yang menjadi korban penculikan di masa lalu, antara lain almarhum Haryanto Taslam, Desmod J Mahesa, Pius Lustrilanang, dan Aan Rusdianto.

Hanya saja, Karyono memandang upaya persuasif Prabowo semacam itu tidak membuat isu pelanggar HAM yang melekat dalam dirinya tidak semudah itu terhapuskan.

“Namun demikian, bergabungnya sejumlah aktivis itu belum mampu menetralisir kasus-kasus tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa kasus penculikan aktivis sangat kuat dan melekat dalam ingatan masyarakat,” kata Karyono dalam keterangannya, Selasa (8/1/2019).

Celakanya, lanjut Karyono, citra negatif itu belum juga pudar, justru ada kecenderungan semakin melekat. Karena disetiap pertarungan politik nasional, isu HAM selalu menjadi topik politik, dimana Prabowo menjadi salah satu sasaran.

“Oleh karena itu, tema debat pertama yang salah satunya mengangkat soal HAM akan menjadi beban bagi kubu Prabowo-Sandi. Meskipun, menurut saya tim Prabowo sudah mengantisipasi hal ini dan menyiapkan strategi jawabannya. Apalagi KPU akan menyerahkan kisi-kisi pertanyaan kepada masing-masing pasangan calon,” terangnya.

Namun, terlepas dari tema debat, isu HAM dalam survei persepsi publik belum menjadi arus utama (mainstream). Indikatornya, isu HAM belum menjadi pertimbangan utama untuk menentukan pilihan.

“Hal itu menunjukkan kesadaran tentang pentingnya masalah HAM masih rendah. Masalah hak azasi manusia nampaknya lebih dipahami oleh sebagian besar masyarakat di akar rumput baru sebatas hak untuk mendapatkan hidup yang layak seperti sandang, papan dan pangan,” tegas Karyono.

Namun demikian, ujar Karyono menambahkan, seiring dengan menguatnya tuntutan untuk menegakkan hukum atas sejumlah kasus pelanggaran HAM, bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melawan segala bentuk tindakan pelanggaran HAM itu sendiri.

[]