Beranda News Nasional Ini Alasan Yudi Syamhudi Suyuti Ancam Polri ke Peradilan Internasional

Ini Alasan Yudi Syamhudi Suyuti Ancam Polri ke Peradilan Internasional

WIB
367 views
| Estimasi Baca: 2 minutes
Yudi Syamhudi Suyuti
Foto dari kiri : Ketum Garuda Emas Moch.Yunus Hamonangan Panjaitan, Koordinator Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi Lieus Sungkarisma, Ketum KPN-GP 2019 Yudi Syamhudi Suyuti. [Redaksikota.com/Ibnoe]

Redaksikota.com – Ketua Umum Komite Persatuan Nasional-Ganti Presiden (KPN-GP) 2019, Yudi Syamhudi Suyuti mengingatkan kepada institusi kepolisian agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang menjurus kepada persoalan politik praktis, apalagi sampai mengusik salah satu tim kampanye pasangan Capres-Cawapres untuk melakukan upaya pemenangan.

“Belakangan ini kita menyaksikan dan merasakan banyaknya oknum pejabat Polri ditingkatan Polri, Polda, Polres hingga Polsek di seluruh Indonesia terindikasi melakukan penyalahgunaan wewenang dengan ikut intervensi dalam proses politik praktis,” kata Yudi dalam keterangan persnya, Senin (7/1/2019).

“Hal ini sangat menjadi perhatian keras kami dari seluruh relawan nasional dan pendukung Paslon Presiden dan wakil Presiden Prabowo-Sandi,” imbuhnya.

Apalagi mengingat Indonesia sebagai negara demokrasi seperti ini, Yudi dengan tegas menyayangkan mengapa masih ada aparatur negara yang justru melakukan tindakan yang di luar dari kewenangan dan fungsinya.

“Namun sangat disayangkan, di era demokrasi, dimana Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi salah satu landasan utama aparat kepolisian dalam menegakkan hukum, yang telah digariskan dalam konstitusi kita UUD 45, ternyata masih ada dan banyaknya oknum aparat kepolisian yang justru terlibat politik praktis,” terang Yudi.

Baca juga : Ketum Garuda Emas Harap Pasca Kejadian di NTB Tak Terulang

Maka dari itu, Yudi bersama dengan beberapa elemen yang tergabung dalam Aliansi Relawan Nasional Prabowo Sandi 2019 meminta dengan tegas kepada Kapolri, agar menindak tegas siapapun perwira polri yang ikut terlibat dalam politik praktis.

“Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar menindak tegas siapapun anak buah dari jajarannya yang ikut terlibat politik praktis, karena hal tersebut sangat mengganggu pihak kami dan pendukung Prabowo-Sandi,” tegasnya.

Yudi juga meyakini bahwa tindakan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh oknum kepolisian tersebut pasti ada yang mengendalikannya. Dan ia pun menyerukan kepada siapapun oknum yang memanfaatkan institusi Polri untuk kepentingan politik praktisnya agar segera menyuhadi praktik tersebut.

“Agar Elit Politik, Partai Politik atau Bandar Politik jangan coba-coba menggiring Kepolisian untuk masuk ke dalam politik praktis, karena akan mengakibatkan pelanggaran HAM dan dapat mengarah pada perbuatan MAKAR,” pungkasnya.

Terakhir, Yudi pun mengingatkan kepada kepolisian bahwa tugasnya adalah melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dan tidak lebih dari itu apalagi sampai melakukan tindakan provokatif untuk mengakomodir kelompok tertentu saja.

Namun jika hal itu masih terus terulang, Yudi mengancam akan membawa kasus tersebut ke peradilan internasional.

“Jika ke depan masih ada dan justru makin banyak keterlibatan oknum Polri yang mengganggu jalannya proses demokrasi dan terindikasi melanggar HAM, maka kami dari Aliansi dan Seluruh Relawan Prabowo-Sandi akan melakukan langkah-langkah dengan menggunakan hukum internasional dengan membawa masalah ini ke lembaga-lembaga internasional,” tutupnya. [red]