Beranda News Nasional Ketum Garuda Emas Harap Pasca Kejadian di NTB Tak Terulang

Ketum Garuda Emas Harap Pasca Kejadian di NTB Tak Terulang

WIB
145 views
| Estimasi Baca: 2 minutes

JAKARTA, Redaksikota.com – Ketua Umum Garuda Emas, M Yunus Hamonangan Panjaitan atau Dodi Panjaitan mengaku sangat menyayangkan insiden pendatangan oknum kepolisian dari Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) ke posko relawan Garuda Emas.

Apalagi diklaim Dodi, nada-nada yang muncul antara oknum kepolisian dengan relawan pun dianggapnya tidak tepat, termasuk peristiwa perobekan buku tamu dan sebagainya.

“Kenapa ada kepolisian masuk ke kantor kami dan ada video nada penyobekan buku tamu dan katanya ‘nama kalian sudah kami catat’,” kata Dodi dalam konferensi persnya di Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi di kawasan Jl Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).

“Kami sangat sayangkan hal-hal ini terjadi walaupun akhirnya terjadi kesepakatan kedamaian antar kedua belah pihak,” lanjutnya.

Ia meminta agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi di kemudian hari dengan alasan apapun.

“Kami harap agar tidak terjadi lagi, tidak hanya ke Garuda Emas, tapi semua relawan Prabowo-Sandi dari Sabang sampai Merauke,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dodi yang karib disapa Si Botak tersebut berencana untuk melakukan dialog dengan Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian secara langsung untuk membahas masalah tersebut. Bahkan ia pun berharap jika Kepolisian juga dapat memfasilitasi pertemuan antara Polri, TKN Jokowi-Maruf maupun BPN Prabowo-Sandi.

“Setelah ini kalau kita sepakat audiensi dengan Kapolri maka kita akan jalan,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketum Komite Persatuan Nasional-Ganti Presiden (KPN-GP) 2019 Yudi Syamhudi Suyuti mengingatkan kepada institusi kepolisian agar tidak melakukan upaya politik praktis.

“Kalau kita lihat polisi di dalam UU Kepolisian No 2 tahun 2002 pasal 28, disebut bahwa Kepolisian negara harus bersikap netral dan tidak melakukan politik praktis. Kalau sampai terjadi Polisi ikut jadi bagian pemain politik, maka di situ Polisi sudah dianggap sayap dari kekuatan politik tertentu,” tuturnya.

Terakhir, Yudi pun meminta kepada pemerintah melalui institusi Kepolisian, agar tidak melakukan upaya-upaya kriminalisasi terhadap kelompok pendukung Prabowo-Sandi.

“Kita ingin 3 bulan sebelum Pilpres ini mari kita sama-sama perbaiki. Jangan apa-apa didekati dengan pidana. Ini ada tim sukses TKN hobinya lapor dan kriminalisasi, itu tim capres atau cepu?,” tutupnya. [ibn]