Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA – Bidang Riset dan Ilmu Pengetahuan Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) telah melaksanakan kegiatan diskusi demokrasi pada selasa 07 Agustus 2018.

Sofyan Hadi, Wasekjend Bidang Riset dan Ilmu Pengetahuan PB PMII mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kwalitas para pemuda dalam memilih kreteria calon pemimpin bangsa.

“Kita mengangkat tema tentang Menentukan pemipin bangsa : Antara Hasil Riset atau Pilihan Pemilih, tujuannya untuk merealisaikan harapan cita – cita kemerdekaan dalam hal memilih pemimpin”, tuturnya.

Selanjutnya, Sabolah Al Kalamby Sekjend PB PMII menyatakan, sangat mendukung diskusi demokrasi yang dilaksanakan oleh bidang riset dan ilmu pengetahuan ini.

“ Saya sangat mengapresiasi sekali, semoga dengan diadakanya kegiatan ini, harapan besar bisa menghasilkan prinsip – prinsip dalam menentukan pemimpin bangsa kedepan yang sesuai dengan cita – cita kemerdekaan RI “, Ungkapnya.

Menurut Direktur eksekutif IPI, bahwa lembaga survey hari ini selalu di anggap sebagai provokator dalam kontestasi politik, padahal lembaga survey tidak memiliki wewenang dalam hal tersebut.

“Tema diskusi ini seakan akan mengadili dan menjadi provokator dalam situasi menetukan calon pemimpin yang akan datang”, ungkap Karyono Wibowo saat menjadi narasumber dalam tajuk menentukan pemimpin bangsa : antara hasil riset atau pilihan pemilih.

Effendi MS Simbolon membantah pernyataan Direktur Eksekutif IPI, dia mengatakan bahwa lembaga survey hari ini masih di tentukan oleh beberapa pihak, kekecewaan para politisi juga sering terjadi dengan hasil lembaga survey yang melakukan riset terhadap situasi politik.

“Tidak bisa dipungkiri dari pihak yang melihat riset itu, sebab belum tentu menguntungkan dirinya atau tidak, sedangkan mereka yg kalah di hasil riset, juga tidak terima dengan hasil tersebut”, kata politisi F-PDIP.

Dirinya menambahkan, politisi harus memiliki modal besar untuk mencari keuntungan terhadap lembaga-lembaga survey di Indonesia.

“Lembaga survey di Indonesia juga menentukan dengan donatur. Semua calon pasti mengatakan mereka tidak punya uang”, pungkas effendi MS simbolon saat mengisi dialog demokrasi tentang menentukan pemimpin bangsa : antara hasil riset atau pilihan pemilih.