Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Jakarta, Redaksikota.com- Tantangan utama Indonesia kedepan adalah menghadapi bonus demografi, yakni sebuah kondisi dimana adanya peningkatan jumlah penduduk usia produktif secara signifikan.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh aktivis senior, Bursah Zarnubi dalam sesi diskusi yang diselenggarakan oleh Indonesia Law Enforcement Watch (ILEW) bekerjasama dengan Komite Nasional Rakyat Indonesia Menggugat (Komnas RIM), dengan tema “Peran Pemuda Dalam Kancah Politik Nasional” di Jakarta Pusat, Selasa, (07/08/2018).

Bursah menyampaikan bahwa adanya bonus demografi ini merupakan peluang sekaligus ancaman bagi Indonesia. Jika pemerintah mempersiapkan dengan baik semua instrumen dalam menghadapi bonus demografi, maka hal itu akan membawa Indonesia menjadi lebih maju. Namun, jika Indonesia tidak siap maka justru akan memberikan dampak yang negatif, pengangguran dimana-mana tentu akan berdampak pada angka kriminalitas yang semakin tinggi.

“Kita bisa lihat bagaimana Tiongkok sukses dalam menyambut momentum bonus demografi, Tiongkok hari ini menjadi negara yang maju. Sebaliknya jika momentum ini tidak dimanfaatkan dengan baik justru akan menjadi ancaman,” paparnya.

Selain itu, dalam konteks menyikapi tahun politik 2019 mendatang, Bursah mengusulkan agar adanya konsolidasi politik antar kelompok elit. Sehingga membawa platform yang sama dalam memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara.

“Saya ingin mengajukan sebuah teori, baiknya pilpres 2019 mendatang ini Jokowi maju berpasangan dengan Prabowo, saya membayangkan jika dua kekuatan ini disatukan maka pertumbuhan ekonomi kita akan terus meningkat,”ujarnya.

Bursah menilai adanya kompetisi di level elit belakangan ini justru menghambat kemajuan bangsa Indonesia. Polarisasi itu begitu terasa karena pihak pemerintah maupun oposisi akan sama-sama mengedepankan egonya.

“Kita anggap saja misalkan Jokowi kembali menang, tentu pihak oposisi tidak akan tinggal diam, begitu pun sebaliknya, rivalitas antara penguasa dan oposisi ini hanya akan memperjuangkan kepentingannya masing-masing, bukan untuk kepentingan bangsa,”ujar mantan anggota DPR RI periode 2004-2009 ini.

Ditambahkan olehnya, para elit politik seharusnya memberikan tauladan yang baik bagi kelompok anak muda. Mereka juga harus memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk memunculkan ide dan gagasan kebangsaan yang segar.

“Elit politik bangsa ini harus memberikan tauladan, karena ini dipertontonkan dan akan dicontoh oleh generasi muda penerus bangsa, saatnya anak-anak muda diberikan ruang untuk tampil memberikan gagasan,”demikian Bursah. (Hen)