Habib Rizieq
Momentum saat Habib Rizieq terima kunjungan Prabowo Subianto, Amien Rais, Slamet Maarif, Fuad Bawazier dan beberapa rombongan lainnya. [istimewa]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Persaudaraan Alumni 212 (PA212) bersama dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama masih bersikeras untuk mendorong rekomendasi cawapres hasil ijtimak ulama. Mereka memaksa agar Prabowo Subianto mengikuti hasil perundingan para Ulama 212 itu dalam menentukan sikap politiknya di Pilpres 2019 nantu.

Namun melihat reaksi “memaksa” dari pihak PA212 dan GNPF Ulama itu, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo meminta agar diberikan waktu guna melakukan bermusyawarah seluruh jajarannya bersama dengan partai koalisi penantang Jokowi.

“Tadi saya terima Pak Amien Rais, Pak Zulkifli Hasan juga ulama (dari) GNPF Ulama dan kawan-kawan yang lain. Ya kita terus diskusikan perkembangan, tentunya ini semua berharap ada keputusan. Tapi saya selalu katakan ini proses musyawarah berjalan,” kata Prabowo di kediamannya di Jl. Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (6/8/2018).

Prabowo menyebut proses musyawarah akan menghasilkan keputusan yang terbaik. Prabowo tetap menghargai semua masukan yang diterima terkait Pilpres terutama cawapres.

“Jadi proses musyawarah berjalan, kita terus cari yang terbaik. Saya sampaikan kepada kawan-kawan tolonglah kasih kesempatan kepada saya untuk musyawarah dan mekanisem politik indonesia berjalan,” ujarnya.

“Kita hargai masukan dari mana-mana termasuk dari GNPF, kita hargai tetapi tentunya saya harus bicara dengan mitra-mitra politik saya,” sambungnya.

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani sebelumnya mengatakan perwakilan GNPF Ulama menyampaikan hasil Ijtimak Ulama ke Prabowo. Namun masukan masih dibahas.

“Kedatangan GNPF, beliau, atau kawan itu, datang ke sini menyampaikan hasil Ijtimak. Kemudian Pak Prabowo mengatakan perlu waktu untuk membicarakan persoalan itu dengan partai-partai koalisi,” ujar Muzani.

Dalam wawancara pada Sabtu (4/8), Ketua GNPF Ulama Yusuf Martak mengatakan rekomendasi cawapres ijtimak ulama seharusnya diikuti. Yusuf Martak menyebut ajang Pilpres membutuhkan dukungan banyak pihak di antaranya ulama, tokoh nasional dan masyarakat. Karena itu, hasil ijtimak ulama menjadi salah satu bentuk dukungannya.

“Kami memberi support yang dihasilkan ijtimak ulama, kalau diambil pasti menguntungkan capres, cawapres dan partai. Kalau tidak (diambil) kami meninjau ulang atau mempertimbangkan ulang, bisa merugikan si calon itu sendiri,” kata Yusuf Martak.

(rel)