Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota – Sekjen Persaudaraan Alumni 212 (PA212) Ustadz Bernard Abdul Jabbar menegaskan bahwa perbedaan ruang gerak lembaganya pasca Mukernas I Ulama, Tokoh dan Aktivis 212 hanya karena persoalan perbedaan pandangan antar mereka saja.

“‎Soal penamaan PA212 ini bukan perpecahan, tapi perbedaan pendapat dan pemahaman. Dan sejak era Rasulullah itu sudah terjadi,” kata Bernard di sebuah diskusi yang digelar di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (7/2/2018).

Namun demikian, elemen yang di luar gerakan Persaudaraan Alumni 212 tidak akan dipermasalahkan, sekalipun ada gerakan yang dimotori oleh para pendiri PA212. 

Asalkan ditegaskan Bernard, elemen-elemen yang menggunakan nama besar 212 tidak saling mengklaim dan merusak PA212 yang digerakkan dirinya bersama Slamet Maarif itu.

“Jangan merasa saling menjatuhkan dan bisa bersama-sama dalam aqidah. Jangan merasa paling dekat dengan Habib Rizieq karena umat Islam itu mudah sekali mengklaim,” tegasnya.

Namun statemen Bernard tersebut pun dikritik oleh aktivis Pemuda Muhammadiyah, Ihsan. Ia mengatakan bahwa jangan sampai gerakan 212 diciderai oleh sikap pragmatisme para dedengkotnya sendiri.

“Kita Muhammadiyah yang aktif ikut Aksi Bela Islam, tapi ketika ada perpecahan ulama-ulama kita maka kita akan kritis. Jangan sampai ada lembaga 212 yang malah menciderai keikhlasan ummat,” kata Ihsan di tengah-tengah diskusi. (red)