Beranda News Nasional PMII: Pemuda Penentu Kemanangan

PMII: Pemuda Penentu Kemanangan

"Pemuda sebagai pemilih pemula sampai 40%, makanya pemuda memiliki peranan yang sangat signifikan dalam pemenangan pemilu,"

WIB
158 views
| Estimasi Baca: 1 menit

JAKARTA, Redaksikota.com – Ketua Umum PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Agus Mulyono Herlambang mengingatkan bahwa peran pemuda menjadi tolak ukur kemenangan dalam kontestasi politik 2019.

Betapa tidak, berdasarkan temuan survei dikatakan Agus bahwa 40% dari daftat pemilih adalah kaula muda.

“Pemuda sebagai pemilih pemula sampai 40%, makanya pemuda memiliki peranan yang sangat signifikan dalam pemenangan pemilu,” kata Agus dalam seminar nasional dan pembukaan PKL II yang digelar oleh PKC PMII DKI Jakarta di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018).

Bahkan ia pun berseloroh agar para senior PMII yang ingin menang dalam kontestasi elektoral tersebut segera merapatkan barisan dengan junior-juniornya.

“Saran saya bagi para senior yang mau menang, mobilisasi pemuda jadi jalan keluarnya menurut saya,” tukasnya sambil tertawa renyah.

Hanya saja Agus mengintkan kepada para pemuda dan Mahasiswa, bahwa bonus demografi yang saat ini berpihak pada kaum muda harus dimanfaatkan dengan baik. Salah satunya adalah aktif menjadi bagian dari penentu bukan hanya sekedar sebatas objek demokrasi semata.

“Semua orang tahu pemuda tidak hanya penjadi pengawal pemilu, tapi lebih pada penentu pemenangan,” tegasnya.

Terkahir pesannya dalam PKL II tersebut, Agus juga mengingatkan agar kegiatannya bisa berjalan dengan baik, sekaligus menjadi pesan besar bahwa salah satu tugas besar PMII adalah melahirkan para kader berkulitas dan berdaya saing di kemudian hari.

“Tugas kita PMII adalah menyiapkan kader-kader NU untuk bersaing dan mengisi proses-proses politik,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mabinda PMII DKI Jakarta, Sudarto juga memberikan pesan kepada para kader PMII agar menyiapkan diri ikut berproses dalam politik.

Tujuannya adalah jelas, yakni bagaimana bersama-sama merumuskan sebuah produk kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia ke depan.

“Saya harap bagaimana kita bisa rumuskan melalui kajian-kajian dari PMII untuk wujudkan demokrasi yang sejahterakan rakyat,” tutur Sudarto.

(ibn)