Beranda News Nasional Yusril Jadi Lawyer Jokowi-Maruf, Kubu Prabowo-Sandi Diminta Gak Usah Baper

Yusril Jadi Lawyer Jokowi-Maruf, Kubu Prabowo-Sandi Diminta Gak Usah Baper

WIB
273 views
| Estimasi Baca: 2 minutes
PBB DINYATAKAN LOLOS PEMILU 2019

JAKARTA, Redaksikota.com – Direktur Sinergi masyarakat untuk demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin menilai bahwa sangat wajar ketika sikap politik pakar hukum Yusril Ihza Mahendra berporos ke Joko Widodo dan KH Maruf Amin.

Alasan yang cukup mendasar menurut Said adalah sikap koalisi Prabowo-Sandi yang justru terkesan menyepelekan Yusril maupin Partai Bulan Bintang (PBB) sebagai partai.

“Sejak awal dia (Yusril) sebenarnya sudah berusaha menunjukan sikap untuk mendukung Prabowo Subianto. Tetapi kubu Prabowo sepertinya tidak menganggap Yusril sebagai faktor yang penting,” kata Said dalam siaran persnya yang diterima wartawan, Senin (5/11/2018).

Padahal menurut Said, sejak awal gelagat politik PBB maupun Yusril secara personal berpotensi mendukung pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 itu. Sayangnya, sampai di detik-detik terakhir pendaftaran di Komisi Pemilihan Umun (KPU) Agustus lalu, PBB maupun Yusril sama sekali tidak mendapatkan respon apapun dari koalisi yang berisi Partai Gerindr, PKS, PAN dan Partai Demokrat itu.

“Bahkan dalam perjalanannya kemudian saya dengar Yusril dan PBB juga seperti ditinggalkan oleh kubu pasangan nomot urut 02. Padahal Yusril dan PBB sebetulnya punya kecenderungan untuk mendukung pasangan Prabowo-Sandi. Gelagat politiknya menunjukan begitu,” terangnya.

Bagi Dewan Pakar pada Pusat Konsultasi Hukum Pemilu itu, bahwa sikap Yusril saat ini merupakan hal yang wajar ketika seorang nama besar itu juga memerlukan eksistensi dan menjaga marwahnya.

“Tetapi orang kan juga punya harga diri. Kalau dia sudah berusaha menunjukan sikap untuk mendukung, tetapi jika pihak yang ingin didukung ternyata tidak responsif, bahkan seperti menyepelekan begitu, ya susah juga,” tutur Said.

“Bagaimana pun Yusril adalah seorang yang punya nama besar. Dia tentu perlu melindungi muruah atau kehormatan dirinya, termasuk juga partainya,” imbuhnya.

Sementara saat ini banyak sekali pihak yang menyalahkan langkah politik Yusril tersebut dengan dalih yang bermacam-macam, termasuk juga beberapa elite politik yang berkoalisi dengan kelompok oposisi itu.

Menurut Said, siapapun itu termasuk Partai Gerindra agar bisa mengambil pelajaran penting dari peristiwa langkah politik yang diambik Yusril itu.

“Jadi saya kira kubu Prabowo harus belajar betul dari kasus Yusril ini. Jika mereka terus merasa pintar sendiri, merasa hebat sendiri, merasa bisa sendiri, pelan tapi pasti mungkin saja akan muncul ‘Yusril-yusril’ yang lain,” tegasnya.

Perlu diketahui, bahwa Yusril Ihza Mahendera telah resmi menjadi kuasa hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) Indonesia Kerja alias TKN Jokowi-Maruf.

Kesepatan tersebut diambil oleh Yusril usai menggelar pertemuan dengan Ketua TKN Indonesia Kerja, Erick Thohir di sebuah hotel di Jakarta.

Bahkan posisi Yusril yang menjadi lawyer Jokowi-Maruf tersebut dilakukan dengan cuma-cuma alias tanpa bayaran apapun.