Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Ratusan massa aksi dari Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPP PKS di Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Dalam aksinya, massa mendesak agar PKS menghentikan agenda politik dengan tagar 2019 Ganti Presiden.

“Kepada seluruh DPP PKS bahwa apa yang kalian telurkan sudah tidak lagi senada dan bermakna karena kandidat capres sudah ada,” kata Sekjen Presidium GNR, Uchok Khoir di atas mobil komando, Kamis (6/9/2018).

Jika PKS masih terus menggelorakan hastag tersebut, mereka menilai jika partai pimpinan Sohibul Iman tersebut tidak memiliki standar.

“PKS harus jelas kelaminnya jangan jadi banci, silahkan jelaskan pilih Prabowo-Sandi,” tegasnya.

Selain itu, mereka menilai sejauh ini kampanye tagar hastag 2019 ganti presiden sudah banyak menciderai tatanan sosial bangsa Indonesia. Konflik antar rakyat dan resistensi semakin tinggi.

Bahkan aktivis 98 ini pun menganggap kampanye tagar yang dikomandoi oleh petinggi PKS yakni Mardani Ali Sera dan Neno Warisman memiliki tujuan yangan sangat sempit yakni meningkatkan elektabilitas partainya semata.

“Jangan gunakan hastag 2019 ganti presiden hanya untuk meningkatkan elektabilitas sendiri,” ujarnya.

Menurut Uchok, seharusnya PKS yang notabane sebagai partai dakwah bisa memberikan pencerahan dan pendidikan politik yang baik kepada rakyat Indonesia.

“Cerdaskanlah rakyat, kampanyekan pilihan dan idola kalian seperti apa yg digaungkan PKS yakni kampanye damai dan elegan. Kami tidak ingin lakukan bentur-benturan dan hadang-hadangan,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Uchok meminta agar PKS bisa mendengarkan nasehat mereka dan tidak lagi mengkampanyekan hastag 2019 ganti Presiden, melainkan langsung pada titik poinnya adalah mendukung Prabowo-Sandi karena merupakan paslon yang diusung bersama dengan partai koalisi lainnya.

“Hastag 2019 ganti presiden tidak masuk agenda kampanye Prabowo-Sandi. Jelas ini bukan kepentingan rakyat dan kandidat,” tuturnya

Terakhir, Uchok pun mengingatkan juga kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa konflik sosial semacam ini tidak perlu diteruskan, karena baginya kepentingan politik hanya berlaku lima tahunan saja sementara persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia harus diutamakan karena akan berlaku selama-lamanya.

“Kami imbau kepada saudara-saudara kita setelah pemilu selesai, kita kembali karena tidak ada yang boleh memecah-belah kita semua,” papar Uchok.

“Pemilu hanya pesta demokrasi 5 tahunan, jangan jadikan konflik ini sampai berkepanjangan,” tutupnya.

Aksi tersebut berjalan dengan tertib, damai dan lancar. Bahkan ratusan aparat kepolisian juga dikerahkan untuk mengawal kelancaran jalannya aksi penyampaian pendapat tersebut.

(ibn)