Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Dalam Draf akhir revisi Undang Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terdekat ini, dinilai masih jauh dari harapan jaminan penggunaan internet yang terlindungi saat era globalisasi sekarang ini.

Untuk menyikapi jauhnya penggunaan internet dalam kebebasan berekspresi, Gerakan Untuk Masyarakat (GEMA) Demokrasi menggelar diskusi di LBH Jakarta.

Peneliti ELSAM, Wahyudi Jafar dalam diskusinya menuturkan bahwa, substansi yang harusnya diubah justru sampai saat ini tidak diperbaiki dan ekspresi politik yang sudah terkekang di ruang maya.

“Ketika berbicara kebebasan ekspresi, saya mencoba mengkrucutkan, kebebasan ekspresi itu adalah kebebasan demokrasinya sendiri. Tanpa kebebasan berekspresi, demokrasi itu tidak akan bisa diselenggarakan, partisipasi masyarakat dalam demokrasi tidak akan terjadi,” ujar Wahyudi Jafar di LBH Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Lebih lanjut, Wahyudi memaparkan, bahwa kebebasan ekspresi tidak ada batas, artinya dia bisa dibatasi sepanjang ekspresi dimaksukan dalam propaganda perang.

Ia pun sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh Pemerintah saat ini untuk merevisi UU ITE dianggap banyak alasan saja, seperti keamanan nasional dan ketertiban umum.

“Revisi UU ITE, jangan hanya urus pasal karet saja, soal definisi cyber bullying dalam Pasal 29. Bentuk kejahatan ini dinilai belum dijelaskan dengan rinci dalam revisi UU itu,” tutup Wahyudi Jafar. [fiqi]