Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Dualisme kepemimpinan Pengurus Besar Himpunan Mahasiwa Islam (PB HMI) R. Saddam Al Jihhad dan Arya Karisma dinilai bertentangan dengan semangat organisasi dan semangat perkaderan HMI.

Hal tersebut disampaikan Ibrahim Malik Fatsey di Jakarta. Salah satu kader HMI tersebut menilai bahwa keduanya menjadi penjilat kader HMI se-nusantara hanya untuk memenuhi hasrat dan ego kepentingan serta manuver politik kekuasaan semata, tidak murni kaderisasi dari organisasi Islam tertua itu.

Aktivis HMI yang akrabnya disapa IMF itu juga menuturkan bahwa semangat organisasi Mahasiwa Islam yang didirikan pada 5 Februari 1947 itu, memiliki tujuan untuk menciptakan kader ummat dan bangsa yang unggul bukan malah sebaliknya menciptakan kader untuk menjadi penjilat organisasi seperti keduanya.

Pasalnya, praktek kepemimpinan antara R. Saddam Al’Jihhad dan Arya Karisma harusnya di sikapi secara serius oleh seluruh kader HMI se-nusantara. Hal demikian menurutnya sudah terlalu memalukan organisasi dan kader HMI dari praktek dualisme kepemimpinan yang tidak berujung itu.

Ibrahim juga mendesak agar keduanya tidak menjadi buta kesadaran, karena mereka telah berikrar sumpah untuk mengangkat nilai – nilai semangat perjuangan dan semangat organisasi kader atas landasan al’quran dan As-sunah untuk mewujudkan masyarakat adil makmur yang di ridohi Allah SWT.

“Tidak ada solusi lain selain keduanya sadar dan mundur sebagai ketua umum PB HMI baik R Saddam Al’Jihhad dan Arya Karisma, praktek kepemimpinan dari keduanya justru melemahkan organisasi ini. Tensi ego kepentingan yang membabi buta hingga akhirnya menghilangkan marwah HMI sebagai organisasi perkaderan dan organsiasi perjuangan,” kata IMF, Senin (5/8/2019).

Pun, Ibrahim mendesak seluruh kader HMI se-nusantara untuk merespon praktek kepemimpinan yang tidak baik tersebut.

“Kalau Anda mengaku mencintai HMI sebagai kader HMI yang paripurna, harusnya menyadari bahwa praktek demikian sangat tidak mencerminkan kader HMI Yang di impikan. Apalagi mereka melebelkan dirinya sebagai ketua Umum PB HMI. Jangan-jangan hanya untuk jual HMI untuk memenuhi syahwat kepentingan doang,” pungkasnya.