Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Barat, Mulyadi Muhammad Yatim.
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Barat, Mulyadi Muhammad Yatim mengatakan jika Aksi Simpatik 55 yang digelar hari Jumat (5/5/2017) kemarin merupakan bentuk respon positif umat Islam terhadap independensi hakim serta Mahkamah Agung (MA).

“Aksi Bela Islam hari Jum’at tanggal 5 Mei 2017 kemaren adalah dalam rangka memberikan dukungan dan meminta MA untuk mengawal proses sidang putusan kasus penistaan agama, dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok,” kata Mulyadi dalam siaran persnya, Sabtu (6/5/2017).

Selanjutnya, tujuan aksi tersebut agar hukum bisa melaksanakan tugasnya secara independen tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Sehingga apa yang diharapkan umat Islam bisa diimplementasikan, yakni menjerat Ahok dengan hukuman paling berat,

“Mendukung majelis hakim menjatuhkan hukuman sesuai sanksi hukum yang berlaku pada sidang tanggal 9 Mei 2017, yaitu berdasarkan KUHP Pasal 156a Huruf a,” tandasnya.

Selain itu, ia juga menilai jika aksi tersebut juga sebagai bentuk upaya menunjukkan eksistensi rasa solidaritas alumni Aksi 212 yang dilaksanakan di Monas Jakarta pada tgl 2 Desember 2016 lalu, yang juga dihadiri oleh jutaan umat Islam dari berbagai kota di Indonesia.