Slamet Maarif
Ketua Umum PA212 Slamet Maarif saat bertemu Kapolres Jakpus dan Komandan Kodim 0501 di Aksi Bela Islam untuk Sukmawati. [istimewa]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif menegaskan bahwa secara sosial antar manusia, ia maupun umat Islam bisa saja memberikan maaf kepada Sukmawati Soekarnoputri. Namun secara hukum, kasus yang menyeret nama salah satu keturunan dari Bung Karno tersebut tetap harus berjalan sesuai dengan mestinya.

“Kami sampaikan kepada Bareskimm bahwa kasus hukum tidak bisa hilang karena permohonan maaf,” kata Slamet Maarif dalam orasinya di Aksi Bela Islam di depan kantor Bareskrim Mabes Polri, Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/4/2018).

Ia pun mendesak kepada Bareskrim Mabes Polri untuk segera memproses kasus hukum Sukmawati sampai tuntas.

“Kami minta proses hukum cepat. Panggil dan proses jangan dibiarkan. Setuju Bu Suk (Sukmawati -red) dipenjarakan?,” kata Slamet yang dijawab setuju oleh massa aksi, “Setuju…!”.

Kemudian ia juga mengingatkan bahwa Kepolisian maupun negara harus belajar dari kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Jika sampai kasus Sukmawati tersebut tak segera diproses dan disidangkan, ia mengancam akan menghadirkan jutaan umat Islam di seluruh Indonesia lagi.

“Jangan sampai kegaduhan negara kita terulang lagi kalo sampai kasus Bu Suk tidak diproses. Kasus sejenis Ahok akan terulang, dan kami akan datang kembali untuk duduki kepolisian,” tegasnya.