Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Kelompok Cipayung Plus DKI Jakarta dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jakarta menyampaikan bahwa pihaknya mendesak agar institusi istana yakni Kantor Staf Presiden (KSP) yang kini dikendalikan oleh Jenderal (purn) TNI Moeldoko harus dibubarkan.

Hal ini disampaikannya lantaran mereka menilai bahwa institusi tersebut sudah tidak sejalan dengan tugas pokok dan fungsinya seperti apa yang diharapkan ketika lembaga tersebut dibentuk yakni sebagai lembaga yang melaksanakan program-program prioritas nasional, aktivitas komunikasi politik Kepresidenan dan pengelolaan isu strategis.

“Dalam menuju Pilpres 2019, KSP yang dipimpin oleh Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko sudah mulai berubah peran dan fungsinya yang telah diatur dalam peraturan,” kata mereka saat bacakan rilis di Konferensi Persnya yang digelar di kantor PMKRI Jakarta, Senin (5/3/2108).

Salah satu yang mereka soroti adalah tindakan offside yang dilakukan oleh KSP melalui media sosialnya yang ikut meng-endorse sikap politik PDI Perjuangan dalam Pilpres 2019 nanti.

“Cuitan yang diunggah oleh Akun Twitter resmi KSP tentang PDIP kembali memberikan dukungan kepada Joko Widodo telah melupakan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan aturan lainnya,” terangnya.

Bahkan yang paling fatal menurut mereka adalah sikap KSP yang telah menerima berkas relawan Joko Widodo pada pilpres 2019 di Istana Negara.

“Ini menunjukan keberpihakan KSP selaku Aparatur Sipil Negara dalam momen politik pragtis. Oleh karena itu kami Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan yang tergabung dalam Perwakilan Kelompok Cipayung Plus DKI Jakarta dan BEM DKI Jakarta, kami mendesak Joko Widodo dan Jusuf Kalla selaku Presiden RI dan Wakil Presiden RI mencopot atau memecat saudara Jenderal TNI (Purn) Moeldoko secara tidak hormat karena telah banyak melanggar UU dan Peraturan Negara,” tuntutnya.

Aksi di Istana

Rencananya, Cipayung Plus DKI Jakarta dan BEM Jakarta akan merealisasikan isu yang mereka tersebut dalam bentuk aksi unjuk rasa. Mereka yang terdiri dari DPW SEMMI DKI Jakarta, PC. Hikmahbudhi Jakarta Utara, GMKI DKI Jakarta, PERISAI DKI Jakarta, PMKRI Jakarta Pusat, KMHDI DKI Jakarta, HMI Jakarta Raya, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas HAMKA (UHAMKA), Universitas Bung Karno (UBK), GMM dan UMT akan menggelar aksi unjuk rasa tersebut pada hari Jumat besok.

“Hari Jumat (9/2/2018) besok kita akan gelar aksi unjuk rasa di depan Istana,” tegasnya.