Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Said Iqbal mendesak agar pemerintah mendorong kenaikan bonus ojek online hingga Rp6.000 per kilometer.

“Minta ojek online ada kepastian hukum dan kami minta bonusnya bukan Rp2.500 tapi kembali mendekati pada awal-awal ojek online apakah gojek atau grab yaitu kami minta Rp4.000 sampai Rp5.000 per KM atau Rp6.000 per KM supaya ada proteksi,” kata Iqbal kepada wartawan di tengah-tengah aksi peringatan 20 tahun FSPMI di Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).

Selain mendesak agar bonus ojol, Iqbal juga mendesak agar pemerintah memperhatikan jaminan kesehatan para driver.

“Katanya bulan Maret tapi basa-basi, tidak ada peningkatkan kesejahteraan para pengemudi ojek online dan tidak ada BPJS Kesehatannya yang harus diberikan kepada mereka,” tuturnya.

Sementara dalam aksinya itu, beberapa poin yang menjadi tuntutan FSPMI di peringatan HUT ke 20 tersebut antara lain;

1. Desakan agar BPJS Kesehatan gratis dan menolak adanya sistemurun biaya.
2. Menolak sistem upah murah dengan cara cabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.
3. Menuntut adanya ketersediaan lapangan kerja dengan menjawab revolusi industri 4.0 serta menilak pemecatan sepihak alias PHK.
4. Menolak adanya tenaga kerja China tanpa keterampilan khusus (unskill workers)
5. Mendesak penghapusan sistem kerja kontrak alias outsourcing dianggap sebagai kedok pemagangan saja.

Itulah poin tuntutan FSPMI dalam aksinya di peringatan 20 tahunnya. Dan Iqbal pun berharap besar pemerintah di bawah kepemimpinan Joko Widodo dapat mendengarkan dan mengakomodir tuntutan-tuntutan mereka tersebut.

“Itulah tuntutan kami sehingga kami harapkan pemerintah bisa mendengar,” tutup Iqbal. (ibn)