Beranda Headline Prabowo Ajak Pendukung dan Kaum Disabilitas Tak Usah Hargai Pers Lagi

Prabowo Ajak Pendukung dan Kaum Disabilitas Tak Usah Hargai Pers Lagi

"Saya katakan mulai sekarang jangan lagi hormati mereka karena mereka semua antek,"

WIB
169 views
| Estimasi Baca: 2 minutes
Prabowo
Prabowo Subianto saat berpidato di depan masyarakat penyandang disabilitas di Jakarta.

Redaksikota.com – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyampaikan kekesalannya terhadap sikap beberapa media yang tak melakukan peliputan secara live terhadap aksinya di Reuni Akbar Mujahid 212 di Monas hari Minggu (2/12) lalu.

Bahkan ia pun menuding setiap kehadiran awak media di tengah-tengah acaranya hanya untuk mencari-cari kesalahannya saja, termasuk salah ucap dalam isi pidatonya.

“Ada wartawan gak di sini, mereka ke sini nungguin gue salah ngomong aja,” kata Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas Dunia ke 26 di Hotel Grand Sahid Jaya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (5/12/2018).

Di hadapan ratusan penyandang disabilitas yang dikumpulkan oleh Partai Gerindra dan tim Pemenangan Prabowo-Sandi tersebut, Prabowo mengatakan bahwa kemarahannya jelas karena tidak banyak media televisi yang melakukan siaran langsung dalam kegiatan Reuni yang dikelola oleh PA212 dan GNPF Ulama itu. Bahkan media cetak nasional pun ada yang tidak menempatkan pemberitaan peristiwa itu dalam halaman pertama mereka.

“Beberapa hari yang lalu ada acara besar di Monas, hadir jutaan orang, tapi banyak media di Indonesia tidak melihatnya. Yang hadir banyak kaum disabilitas, yang tuna netra hadir, mereka datang sejak jam 3 pagi di situ, belum kelompok-kelompok disabilitas lainnya. Jutaan hadir tapi media kita tidak melihatnya. Ini aneh bin ajaib,” ujarnya.

Tak hanya itu saja, Prabowo juga menuding bahwa awak media saat ini sudah menjadi antek asing dan alat untuk memanipulasi demokrasi. Padahal kata Prabowo, ia hanya ingin menyampaikan kebenaran.

“Hebatnya media-media dengan nama besar dan mengatakan dirinya objektif padahal justru mereka bagian dari usaha memanipulasi demokrasi. Kita bicara yang bener tapi bener, yang salah ya salah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prabowo pun meminta kepada seluruh pendukungnya dan kaum disabilitas yang hadir bersama dengan Hashim Djojohadikusumo tersebut agar tidak lagi menaruh hormat kepada awak media atau pekerja jurnalis.

“Saya katakan, hey jurnalis-jurnalis, kalian tidak berhak sandang sebagai juranlis. Saya katakan mulai sekarang jangan lagi hormati mereka karena mereka semua antek,” tegasnya.

Dalam kegiatan itu, Prabowo pun menyampaikan permohonannya kepada kaum disabilitas agar dirinya bisa menjadi Presiden Indonesia di Pilpres 2019 nanti.

“Hey kaum disabilitas, saya butuh bantuanmu, saya butuh suaramu nanti pada saatnya,” seru Prabowo.

(***)