Moeldoko
Mantan Panglima TNI, Jenderal (purn) TNI Moeldoko.
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Polemik soal impor senjata yang kini heboh di kalangan masyarakat, usai informasi Panglima TNI Jendera Gatot Nurmantyo di acara Reuni Purnawirawan TNI di Cilangkap bocor, kin semakin panas saja. Menanggapi polemik tersebut, mantan Panglima TNI Jenderal TN (purn) Moeldoko pun angkat bicara.

Ia menegaskan bahwa polemik polemik senjata impor tersebut sebaiknya segera dihentikan dan tak perlu diributkan. Hal ini lantaran sebenarnya, dalam proses impor senjata, bukanlah perkara mudah. Ia mengatakan jika prosesnya pun sangat kekat.

“(impor) senjata itu tidak mudah, ada mekanismenya, ada aturan-aturan dan ketentuan-ketentuannya, sangat ketat,” ujar Moeldoko kepada wartawan di kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Rabu (4/10/2017).

Ia menyebut ada banyak prosedur yang harus dilalui, dan proses itu memungkinkan terjadinya permasalahan administrasi. Permasalahan serupa juga berpotensi dihadapi Polri, yang saat ini tengah bermasalah dengan impor senjata.

Impor senjata untuk kepentingan Polri yang saat ini tengah bermasalah, adalah impor 280 pucuk Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46 milimeter, bersama dengan 5.932 butir peluru.

Saat ini senjata-senjata itu, masih tertahan di gudang UNEX Area Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta Barat.