t
Beranda News Nasional Partai Politik Kompak Dukung Cuti Melahirkan Lebih Panjang

Partai Politik Kompak Dukung Cuti Melahirkan Lebih Panjang

WIB
34 views
| Estimasi Baca: 1 menit
Kokok H Dirgantoro
Politisi PSI, Kokok H. Dirgantoro. [foto : Istimewa]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Sejumlah perwakilan dari partai politik seperti Golkar, PKS dan PSI berkomitmen untuk memperjuangkan hak pekerja wanita dengan upaya pemberlakuan masa cuti yang lebih panjang.

Hal tersebut diteguhkan saat memenuhi undangan dari Komite Perempuan yang terdiri dari 10 Federasi Serikat Buruh di Indonesia yang merupakan gabungan dari anggota IndustriALL, Serikat Pekerja Internasional, di Jakarta (5/3/2019).

Ketua Komite Perempuan Endang Wahyuningsih menyatakan bahwa pihaknya ingin mengetahui sejauh mana komitmen partai politik peserta Pemilu 2019 terhadap isu pekerja buruh perempuan di tempat kerjanya.

“Utamanya soal 14 minggu Cuti melahirkan dan perlindungan atas kekerasan dan pelecehan seksual di tempat kerja, sejauh mana mereka memiliki perhatian untuk itu,” kata Endang.

Endang mengatakan dalam diskusi tersebut, beberapa perwakilan partai politik yang hadir telah menyampaikan dukungan penuhnya terhadap durasi cuti melahirkan yang lebih panjang di Indonesia.

Perwakilan dari PKS, Ei Khotimah menyatakan, bahwa dirinya dan partainya siap untuk memperjuangkan 14 minggu cuti melahirkan.

Sementara itu hal yang sama juga diungkapkan oleh perwakilan dari PSI Kokok H. Dirgantoro. Menurut Kokok, PSI dalam visi misinya juga ingin memperjuangkan kepentingan perempuan,

“Termasuk didalamnya cuti melahirkan. Saya sendiri sudah menerapkan 6 bulan cuti melahirkan di perusahaan saya sejak 2015,” tutur Kokok.

Kokok menambahkan bahwa Indonesia sudah selayaknya memperhatikan isu ini. Hal ini menurutnya lantaran perempuan yang bersedia memasuki pasar kerja juga memiliki andil yang sangat besar untuk menunjang pembangunan ekonomi di dalam negeri.

“Karena perempuan menempati pasar kerja dan mempunyai kontribusi yang besar dalam pembangunan ekonomi,” cetusnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Wasekjen Partai Golkar, Ratu Dian Hetifah yang menyatakan jika partainya siap memperjuangkan hal tersebut.

“Partai kami siap mengawal dan mendukung isu ini,” katanya.

Sementara acara yang dihadiri oleh 100 orang pekerja perempuan ini diharapkan dapat membuka kerjasama dan sinergi antara parpol dan Serikat pekerja.

[rel]