Kebohongan Award Awal Tahun 2019
PSI saat pamerkan properti award untuk Prabowo, Sandi dan Andi Arief. [foto : istimewa]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Geram dengan maraknya narasi kebohongan yang dianggapnya sering dimunculkan oleh beberapa kalangan elite politik dalam negeri, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pun akhirnya menganugerahkan Kebohongan Award Awal Tahun 2019 kepada tiga tokoh politik, mereka adalah Prabowo Subianto, Sandiaga Uno dan Andi Arief.

Menurut Tsamara Amany Alatas, award tersebut disampaikan lantaran tiga tokoh tersebut dianggapnya sangat sering mengeluarkan narasi kebohongan sepanjang tahun 2018 khususnya menjelang Pilpres 2019.

“PSI memuat sebuah award, karena selama ini baru awal 2019 sudah ada tsunami kebohongan. Ini memgingatkan ada capres dan tim suksesnya, untuk tidak lagi lagi memproduksi hoaks,” kata Tsamara di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019).

Bahkan ia menyampaikan jika awards yang berbentuk piala dan piagam tersebut akan disampaikan langsung ke kantor Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dan ke kantor DPP Partai Demokrat dimana Andi Arief berpolitik.

“Nantinya award ini Akan dikirimkan ke BPN dan akan dikirimkan ke DPP Demokrat,” lanjutnya.

Selain itu, Tsamara juga memberikan 3 tranding hoax yang menjadi alasan mengapa tiga nama tersebut muncul. Diantaranta adalah terkait dengan kisruh selang cuci darah yang disampaikan oleh Prabowo Subianto.

Kemudian statemen Sandiaga Salahuddin Uno yang menyebutkan jika proyek pembangunan Tol Cipali tanpa dilakukan dengan mekanisme utang, dan terakhir adanya isu 7 unit kontainer berisikan surat suara yang telah tercoplos untuk pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Jokowi-Maruf dan berada di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Selatan. Dan isu adanya surat suara tersebut sempat dikicaukan oleh Andi Arief dalam akun Twitternya yang telah dihapus.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Sekjen DPP PSI Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pemberian penghargaan tersebut sebagai bentuk upaya pihaknya agar hoax tidak lagi terjadi setelah ini.

“Dengan adanya award ini, kami berharap ini merupakan hoaks atau kebohongan terakhir jelang pemilihan,” tegasnya. [ibn]