Hari Purwanto
Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto. [*istimewa]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto menilai polemik persaingan tagar di kalangan masyarakat saat ini sudah semakin parah. Bukan hanya di ruang-ruang terbuka saja, bahkan di lingkup sosial media persaingan tagar baik 2019 ganti presiden maupun jokowi 2 periode semakin keras saja.

Melihat polemik tersebut, ia mendukung sikap polri yang tegas berada di posisi yang benar untuk menghalau polemik yang bisa mengancam keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Kesigapan aparat kepolisian dibuktikan dengan keluarnya surat telegram Kabaintelkam Mabes Polri tanggal 30 Agustus 2018 nomor: STR/1852/VIII/2018, dimana kegiatan 2 tagar tersebut diijinkan selama masih dalam ketentuan dan syarat-syarat dalam menyampaikan pendapat sesuai aturan yang berlaku dan tidak menimbulkan kegaduhan,” kata Hari dalam siaran persnya yang diterima wartawan, Selasa (4/9/2018).

Ia memandang apa yang dilakukan Polri saat ini memiliki tujuan yang sangat baik. Salah satu harapannya adalah bagaimana memberikan pemahaman bagi masyarakat agar saling menjaga persatuan bukan menimbulkan perpecahan meskipun memiliki perbedaan pandangan politik.

“Tentunya dengan ruang demokrasi saat ini yang semakin membaik, semua komponen masyarakat dan umat harus saling menjaga agar konflik horizontal dihindari agar demokrasi tidak terciderai oleh orang maupun kelompok yang coba mengganggu persatuan Indonesia,” ujarnya.

Aktivis 98 ini juga menilai bahwa aksi penyampaian pendapat di muka umum menjadi hak demokrasi yang harus dijaga. Pun demikian, perbedaan pandangan harus diwujudkan untuk tujuan yang positif dan membangun.

“Perseteruan 2 tagar harus saling melengkapi untuk tujuan positif kebangsaan, bukan saling menghadang dengan kekuatan fisik. Kekuatan 2 tagar harus menunjukkan tawaran ide dan gagasan kebangsaan bukan saling menyerang kelemahan satu sama lain,” pungkas Hari.

“Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi hukum dan konstitusi, harus disertai kesadaran tinggi untuk menghargai sebuah perbedaan, karena perbedaan itu menjadi kekayaan untuk membesarkan NKRI yang sama-sama kita cintai,” imbuhnya.

Terakhir, Hari Purwanto pun mengajak kepada seluruh elemen dan masyarakat Indonesia agar semaksimal mungkin menghindarkan diri dari konflik dan perpecahan.

“Mari kita hindari konflik horizontal dari perbedaan 2 tagar tersebut. Persatuan Indonesia harus dikedepankan untuk menyambut Pilpres 2019,” tiutupnya.

(ibn)