riza patria
Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria. [foto : redaksikota.com]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Ketua DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Ahmad Riza Patria menilai bahwa gerakan 2019 Ganti Presiden merupakan luapan rakyat secara umum terkait dengan kondisi bangsa dan negara saat ini.

“Tagar ini bukan buatan Gerindra, ini karena ada kekecewaan masyarakat soal naiknya harga sembako, harga BBM, minyak dan sebagainya. Kalau pemerintah belum bisa kerjakan ya silahkan dijalankan saja gak usah diprotes dan gak usah dihalang-halangi,” kata Riza Patria dalam sebuah diskusi media di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2018).

Ia melihat bahwa gerakan ini tidak bisa dibendung dengan upaya-upaya kekerasan, melainkan dengan kinerja pemerintah yang baik sesuai dengan janji-janji kampanyenya dulu.

“Jika situasi berbeda, gas murah, dolar 10 ribu, semua ada 66 janji pak Jokowi tercapai, maka tagar ini gak akan laku,” tuturnya.

Sekali lagi ia mengatakan bahwa kampanye tagar 2019 Ganti Presiden tersebut tidak perlu disikapi dengan penghadangan secara masif dari negara. Karena cara yang paling efektif untuk membendungnya adalah dengan membuktikan kinerja bahwa apa yang menjadi keresahan rakyat dapat ditangani oleh negara dengan baik.

“Silahkan beradu argumen tapi dengan sikap yang bijak. Kalau ada perbedaan ya harus diklarifikasi agar masyarakat tercerdaskan. Dan kita harus jujur soal itu,” pungkasnya.

Namun demikian, Riza Patria juga mengingatkan kepada siapapun baik dari kelompok tagar 2019 ganti presiden maupun tagar Jokowi 2 Periode agar menggunakan narasi-narasi yang positif dan tidak memperolok-olok antar kelompok yang justru akan merugikan semua kalangan.

“Kita apresiasi soal tagar ganti presiden maupun 2 periode, silahkan. Tapi semua di dunia ini ada batasnya. Termasuk juga dengan kebebasan demokrasi. Karena kebebasan kita terbatasi dengan kebebasan orang lain,” tutur Riza.

(ibn)