Airlangga
Airlangga Hartarto. [NET]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Jakarta, Redaksikota.com – Meski masih hitungan beberapa bulan lagi, namun dinamika internal Golkar sudah memanas karena persaingan dukungan caketum untuk Munas 2019. Para elite menyuarakan dukungannya untuk caketum yang siap maju di forum Munas.

Ketua DPP Golkar, Lamhot Sinaga menyebut, seluruh stakeholder partai sebenarnya masih menginginkan Airlangga Hartarto sebagai ketum partai periode 2019-2024.

“Saya melihat ketua umum sekarang, Airlangga Hartarto masih diinginkan seluruh stakeholder Golkar di munas mendatang,” kata Lamhot di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Lamhot menekankan, Airlangga meski baru memimpin 1,5 tahun sudah dianggap membawa partai survive atau bertahan. Salah satu acuannya, pencapaian Golkar dengan meraih nomor dua terbesar dari perolehan suara kursi DPR.

Menurut dia, tak mudah memimpin Golkar di tengah terjangan cobaan kader yang terjerat hukum. Prahara ini membuat eks Ketua Umum Setya Novanto dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham terjerat kasus korupsi.

Belum lagi, Golkar sempat pernah tersandera dualisme kepengurusan. Maka itu, kepemimpinan Golkar kali ini mesti dilihat secara obyektif.

“Di tengah badai keras itu, DPP Golkar di bawah Airlangga mampu pimpin partai Golkar masih survive menjadikan di peringkat dua peroleh kursi di parlemen. Prestasi ini tidak boleh diabaikan,” jelas anggota DPR terpilih dari Sumatera Utara tersebut.

Lamhot pun meyakini suara kader daerah terutama DPD I dan II Sumatera Utara masih loyal mendukung Airlangga. Keyakinan ini berdasarkan komunikasi yang rutin dilakukan Lamhot.

“Saya tahu karena sering berkomunikasi dengan mereka. Mereka mengatakan masih mau melanjutkan kepemimpinan Airlangga,” tuturnya.

Dari keterangan elite DPP Golkar, rencana Munas akan digelar pada Desember 2019. Persaingan merebut pucuk pimpinan Partai Beringin sejauh ini masih mengerucut kepada dua kader senior Golkar yaitu Ketum Airlangga Hartarto dan Wakil Koordinator bidang Pratama sekaligus Ketua DPR Bambang Soesatyo. (js)