Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Forum Syuhada Indonesia (FSI) dan Gerakan Pemuda Islam, Khoirul Amin menegaskan bahwa permintaan maaf Sukmawati Soekarnoputri hari ini tidak membuat proses hukum berhenti.

Ia menilai bahwa konten puisi yang dibacakan Sukmawati di acara Fashion Week akhir bulan lalu memuat unsur penodaan agama. Bahkan menurut mereka seluruh unsur yang disebutkan di regulasi hukumnya juga telah terpenuhi.

“Puisi Sukmawati jelas telah lakukan pelanggaran pasal 156a. Unsur-unsurnya jelas apa yang dilakukan Bu Suk (Sukmawati) itu jelas terpenuhi, penyampaian di depan umum sudah terpenuhi,” kata Amin dalam konferensi pers di Markas Bersama, Menteng 58, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/4/2018).

Ia meminta dengan tegas kepada aparat kepolisian untuk memproses hukum kasus puisi berjudul “Ibu Indonesia” yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri secara tegas karena pasal 156a bukan merupakan delik aduan.

“Kami harap kepolisian pasal 156a itu bukan delik aduan, tanpa ada laporan umat Islam harusnya aparat sudah proses hukum. Hal ini seperti yang dilakukan terhadap beberapa orang, sehingga jangan sampai ada diskriminasi hukum,” tegasnya.

Buat 1 juta laporan

Kemudian Amin juga menyerukan kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk melaporkan Sukmawati di setiap Polsek masing-masing.

“Kami minta umat Islam se-Indonesia untuk bikin laporan yang sama di Polsek-polsek setempat. Kami targetkan 1 juta laporan polisi untuk bu Suk. Penjarakan Bu Suk karena telah melakukan penodaan agama,” seru Amin.

Target 1 juta laporan tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya memberikan efek jera kepada siapapun termasuk Sukmawati Soekarnoputri, agar kasus serupa tidak lagi terjadi.

“Kenapa harus ada 1 juta laporan, agar ke depan umat Islam tidak diinjak-injak oleh sesama umat Islam sendiri, apalagi umat agama lain. Kita harus saling harga-menghargai,” ujarnya.

Longmarch polisikan Sukmawati

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), Rahmat Himaran mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar aksi long march dari Markaz Bersama di Menteng 58 menuju kantor Bareskrim Mabes Polri di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Gambir, Jakarta Pusat.

Aksi tersebut akan digelar pukul 13.00 WIB untuk melaporkan Sukmawati Soekarnoputri dalam beberapa kasus sekaligus terkait dengan pembacaab puisi berjudul “Ibu Indonesia” itu.

“Kami besok kamis akan long march dari Menteng 58 ke Bareskrim. Kami akan lakukan pengawalan kasus ini sampai ke pengadilan,” tegas Rahmat Himran. (ibn)