Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nasionalis, Riyan Hidayat mengatakan jika pihaknya telah melakukan berbagai pembahasan dan kajian strategis dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa.

Beberapa diantaranya disampaikan Riyan adalah persoalan di bidang hukum. Dalam persoalan tersebut, Presiden DEMA UIN Syarief Hidayatullah tersebut menilai jika hukum di Indonesia tidak boleh tegang pilih, termasuk dalam persoalan e-KTP.

“Kami mendesak kepada pemerintah dan aparat penegak hukum agar penegakan hukum jangan tebang pilih. Termasuk KPK agar segera selesaikan kasus e-KTP dengan prinsip hukum berkeadilan,” kata Riyan dalam siaran persnya yang diterima Redaksikota, Selasa (4/4/2017).

Selain persoalan hukum, sektor ekonomi juga menjadi wacana mereka. Riyan juga meminta agar negara lebih mengoptimalkan ekonomi bagi rakyat kecil dan menengah.

“Kami mendorong agar ada pengoptimalan ekonomi kreatif kerakyatan dan mendorong desentralisasi ekonomike seluruh penjuru wilayah Indonesia,” ujarnya.

Dalam sektor politik juga, Riyan pun mengatakan berdasarkan kajian bersama dengan beberapa aktivis mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nasionalis, usai gelar Rapat Kerja Nasional Strategis Nasional 1 Korwil dan Badan Khusus tersebut, meminta agar negara tidak diintervensi oleh asing terkait dengan berbagai aspek, termasuk juga soal Papua.

“BEM Nasionalis menolak segala bentuk intervensi asing yang dapat memecah belah keutuhan NKRI, terutama persoalan Papua dan wilayah rawan lainnya,” terang Riyan.

Lebih lanjut, dalam bidang kebangsaan pula, Riyan menyerukan agar seluruh bangsa Indonesia tetap menjaga keutuhan dan kesatuan Indonesia.

“Menjaga seluruh entitas kebangsaan dan kenegaraan, agar menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia,” kata Riyan melanjutkan.

Selain itu semua, beberapa kajian lain juga menjadi wacara mereka yakni sektor Pendidikan, Kesehatan, HAM dan Lingkungan. [mib]