Beranda News Nasional Faizal Assegaf: Pejabat Arab Saudi Biadab!

Faizal Assegaf: Pejabat Arab Saudi Biadab!

WIB
113 views
| Estimasi Baca: 2 minutes
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Aktivis 98, Faizal Assegaf menyampaikan kemarahannya terhadap salah seorang pejabat Kerajaan Arab Saudi, yakni Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Muhammad Abdullah Shuaibi karena dianggap telah menghina Nahdlatul Ulama (NU).

Hal ini disampaikan Faizal dalam kicauan akun Twitternya, dimana Osama diduga telah menyebut NU secara tidak langsung sebagai organisasi sesat.

“Sangat biadab sekali bila pejabat Arab Saudi mulai menistakan NU & mengusik keberagaman NKRI,” kicau @faizalassegaf, Senin (3/12/2018).

Perlu diketahui bahwa diduga Dubes Arab Saudi Osama menyebut Reuni Akbar Mujahid 212 yang digelar pada hari Minggu (2/12) di Monas kemarin adalah bagian dari salah satu penyikapan pasca pembakaran bendera Tauhid oleh kader Banser NU di Garut.

Mendapati kicauan Osama tersebut, GP Ansor pun naik pitam. Mereka menjelaskan bahwa bendera yang dibakar oleh kadernya di acara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018 tersebut adalah murni bendera milik organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Bendera yang dibakar oleh salah satu anggota kami pada kegiatan acara Peringatan Hari Santri di Limbangan Garut Jawa Barat, tertanggal 22 Oktober 2018 adalah bendera organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI),” tulis surat yang dikeluarkan GP Ansor untuk Menteri Luar Negeri.

Masih dalam surat yang ditandatangi oleh Gus Yaqut sebagai Ketua Umum PP GP Ansor, bahwa pihaknya meminta agar diberikan akses agar dapat menggunakan koresponden diplomatik untuk meminta klarifikasi dan permohonan maaf dari Osama atas kicauan di akun twitternya itu.

“Kami dengan ini memohon kepada Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, agar kiranya dapat menggunakan koresponden diplomatik yang ada, guna meminta klarifikasi dan permohonan maaf dari Yang Mulia Duta Besar Kerajaan Arab Saudi sehubungan dengan materi Unggahan dimaksud,” lanjutnya.

Lebih keras dari GP Ansor, bahkan organisasi besar NU melalui Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), mereka sampai meminta agar hubungan diplomasi antara Indonesia dengan Arab Saudi diselamatkan melalui pemulangan Osama.

“Mendesak kepada Pemerintah RI untuk menyampaikan nota kepada Pemerintah Saudi agar memulangkan saudara Osamah sebagai bagian dari sanksi atas tindakannya yang gegabah dengan mencampuri urusan politik Negara Indonesia,” tulis PBNU.

(red)