Beranda News Nasional Kesal, Ketum GP Ansor Ajak Ngopi Dubes Arab Saudi Pakai Bahasa Jawa

Kesal, Ketum GP Ansor Ajak Ngopi Dubes Arab Saudi Pakai Bahasa Jawa

WIB
371 views
| Estimasi Baca: 2 minutes
Yaqut Cholil Qoumas
Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas.

Redaksikota.com – Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas akhirnya berseloroh kepada Osama bin Muhammad Abdullah Shuaibi pasca kicauan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia tersebut menyebut, pembakar bendera Tauhid adalah organisasi sesat.

Pria yang karib disapa Gus Yaqut itu pun meminta agar Osama mengklarifikasi dan menjelaskan apa maksud dari kicauan tersebut yang kini telah dihapus itu. Bahkan uniknya, kekesalan dan ajakan untuk tabayyun tersebut disampaikan Gus Yaqut menggunakan bahasa jawa.

“Mas @Os_alshuibi sampean iki opo ora ngerti, yen sabar kuwi ono watese? Ndang njaluko sepuro, sak durunge tambah mblangkrah urusan iki. Tak tunggu yoo.. yen arep ngopi2 dhisik, yo ayo. Tinimbang sirahmu tambah mumet,” kicau Gus Yaqut di akun @GPAnsor_Satu, Senin (13/12/2018).

Kicauan tersebut memiliki arti kurang lebih sebagai berikut ;

“Mas @Os_alshuibi Anda ini apakah tidak paham, bahwa sabar itu ada batasnya? Segera minta maaf, sebelum tambah runyam urusannya ini. Saya tunggu ya. Jika ingin ngopi-ngopi dulu, ya ayo. Daripada kepalamu tambah pusing,” terjemahan.

Baca juga : Dituding Ormas Sesat, PBNU Layangkan Protes ke Dubes Arab Osama bin Shuaibi

Sebelumnya, melalui lembaga PP GP Ansor, Gus Yaqut juga sudah melayangkan surat khusus kepada Menteri Luar Negeri untuk menggunakan koresponden diplomatik dalam rangka meminta klarifikasi kepada Osama bin Muhammad Shuaibi secara langsung.

“Kami dengan ini memohon kepada Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, agar kiranya dapat menggunakan koresponden diplomatik yang ada, guna meminta klarifikasi dan permohonan maaf dari Yang Mulia Duta Besar Kerajaan Arab Saudi sehubungan dengan materi Unggahan dimaksud,” tulis Gus Yaqut dalam surat untuk Menteri Retno Marsudi.

Disampaikan, isi tweet yang diunggah Osama tersebut terjadi di hari Minggu tanggal 2 Desember 2018 pukul 13.05 WIB. Dimana Dubes Arab Saudi tersebut diduga telah menyebutkan bahwa Reuni 212 yang digelar di Monas tersebut bagian dari reaksi pasca pembakaran bendera Tauhid oleh ormas sesat dan menyimpang, yang notabane diarahkan ke Banser NU yang bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU).

Pasca kasus tersebut, tagar #pulangkanOsamahsuaibi kini menjadi tranding topic di Twitter.