Teuku Neta
Teuku Neta
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Direktur Eksekutif The Jokowi Center, Teuku Neta Firdaus mengaku sangat kecewa dengan ulah anggota dewan di DPR dan DPD RI periode 2019-2024 yang baru saja dilantik.

Betapa tidak, di masa jabatannya di umur jagung yakni pada Selasa, 1 Oktober, besoknya setengah dari 711 anggota dewan bolos ikut rapat pada Rabu, 2 Oktober.

“Ini langkah awal yang tidak bagus. Kita berharap, pada masa rapat mendatang bisa menghadiri rapat,” ungkap Teuku Neta, Kamis (3/10/2019).

Teuku menuturkan, dari 711 anggota DPR dan DPD, hanya 376 anggota yang hadir berdasar absensi yang dibacakan saat pembukaan sidang.

Warga paham setelah dilantik pada hari kedua, wakil rakyat belum ada agenda mengadakan kunjungan kerja ke dapil atau pertemuan dengan pihak lain. Selayaknya sebagai wakil rakyat harus memperlihatkan komitmen menghadiri rapat dan tidak mengantuk ketika sidang. Dari 575 anggota DPR, 321 anggota lama dan 254 anggota baru alias pendatang.

“Tantangan pertama anggota dewan yakni hadir pada setiap rapat. Toh tugas DPR itu hanya tiga fungsi yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan,” jelas Teuku.

Mantan pegiat antikorupsi ini menambahkan, jika anggota dewan serius ikut rapat, ini membuat rakyat percaya kinerja anggota dewan baru. Keseriusan aktif pada rapat atau persidangan akan mampu mendorong perubahan di Senayan sebagaimana tekad Ketua DPR Puan Maharani yang ingin merubah total Senayan.

Teuku menyatakan, sangat memalukan setelah dilantik, justru anggota dewan hanya hadir setengah ke Senayan.

“Selayaknya Ketua parpol memberi teguran kepada kadernya yang mengingkari hati nurani rakyat,” ajak Teuku,

Teuku mengingatkan yang bisa memperkuat kinerja anggota dewan selama 5 tahun yakni anggota dewan sendiri. Kinerja ini bisa diukur antara lain dari jumlah regulasi yang disahkan serta keberpihakan kepada wakil rakyat kepada kepentingan rakyat.

“Jangan hancurkan kepercayaan warga yang telah memilih Anda sebagai wakil rakyat dalam menyampaikan aspirasinya. Jika diabaikan amanah tersebut, anggota dewan akan dihukum berjamaah pada 2024 dengan tidak memilih lagi,” pungkas Teuku.

Sebagaimana diketahui, kursi terbanyak di DPR direbut oleh PDIP yakni 128 kursi. Kursi terbanyak kedua Partai Golkar 85 kursi. Suara terbanyak ketiga Gerindra yakni 78 kursi.

Selanjutnya Partai Nasdem sebanyak 59 kursi, PKB sebanyak 58 kursi, dan Demokrat sebanyak 54 kursi. Sementara PKS 50 kursi, PAN sebanyak 44 kursi, dan PPP 19 kursi. []