Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Perlu diketahui bahwa salah satu panitia Reuni Akbar Mujahid 212, Yusuf Muhammad Martak sempat menyatakan sumpah atas nama Tuhan ketika ia membantah agendanya itu bermuatan politik dan mendukung Capres dan Cawapres Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

“Saya jawab Demi Allah saya bersedia disumpah. Demi Allah, Wallahi. Saya bersedia (disumpah). Tidak punya agenda politik sama sekali di dalam pengadaan acara ini,” ujar Martak saat menghadiri acara diskusi Polemik MNC Trijaya Network dengan tajuk ‘Seberapa Greget Reuni 212′ di D’ Consulate Resto & Lounge, Jakarta Pusat, Sabtu (1/12).

Namun faktanya sepanjang agenda utama Reuni Akbar Mujahid 212 tersebut, narasi yang dibangun di atas panggung adalah politik praktis dengan mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres nanti.

Narasi politik tersebut juga diakui oleh Wakil Ketum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon. Namun demikian, ia menyatakan agenda tersebut tidak ada unsur kampanye.

“Sekarang apa sih yang tidak ada politiknya, jadi jangan naif lah. Yang penting kita tahu kriteria kampanye itu ajakan dan sebagainya, tapi kalau orang mau ganti Presiden apa salahnya,” terang Fadli Zon usai menghadiri Reuni Akbar Mujahid 212 di Monas, Minggu (2/12/2018).

Sementara dalam kegiatan yang sama, melalui rekaman audio dari Arab Saudi, Habib Muhammad Rizieq Shihab mengajak kepada seluruh umat Islam untuk memilih Capres-Cawapres hasil Ijtima Ulama. Meskipun tidak menyebutkan nama, namun sosok yang dimaksud oleh imam besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut adalah Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

“Sebarluaskan. Ayo kita pilih Capres Cawapres hasil ijtima Ulama. Kita pilih caleg yang diusung partai yang siap bela bangsa, agama dan negara,” ujar Habib Rizieq.

(ibn)